Studi Baru: Gen Z Langganan Streaming Cuma Demi Satu Judul Film atau Serial
- 07 Mei 2026 17:21 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Gen Z batal & aktifkan streaming cuma demi satu judul, loyalitas platform dianggap mati
- 62% tolak beli game harga penuh, 71% stop beli musik fisik, 70% tak beli film/serial fisik.
- Gen Z 13% lebih suka nonton perdana di bioskop, karena menganggap sebagai ajang sosial, bukan sekadar nonton.
RRI.CO.ID, Palembang - Studi terbaru mengungkap perilaku Gen Z yang unik dalam menikmati hiburan digital. Mereka terbiasa berhenti dan kembali berlangganan layanan streaming hanya untuk menonton satu film atau serial tertentu.
Dilansir dari laman Variety, pada Rabu, 6 Mei 2026, laporan “Generations In Play: 2026 Audience Insights Report” dari Dentsu dan IGN Entertainment mencatat 59% Gen Z aktif membatalkan lalu mengaktifkan ulang langganan demi mengejar satu judul. Temuan ini menandakan loyalitas terhadap platform nyaris sudah tidak relevan bagi kelompok usia muda.
Selain streaming, Gen Z juga sangat selektif soal video game. Sebanyak 62% dari mereka mengaku tidak mau membeli game dengan harga penuh dan lebih memilih mencoba lewat layanan berlangganan platform game.
Tren meninggalkan produk fisik juga makin kuat. Data menunjukkan 71% Gen Z sudah berhenti membeli musik dalam bentuk fisik, sementara 70% tidak lagi membeli DVD atau Blu-ray untuk film dan serial TV.
Meski begitu, Gen Z justru paling rajin ke bioskop dibanding generasi lain. Mereka 13% lebih mungkin menonton film pada akhir pekan perdana karena menganggap bioskop sebagai ajang kumpul dan pengalaman sosial, bukan sekadar menonton layar.
Studi ini dilakukan Kantar dan UC Berkeley dengan mensurvei 6.250 konsumen hiburan di AS, Inggris, dan Australia. Hasilnya diproses lewat platform perilaku IMAGINE milik IGN Entertainment agar lebih menggambarkan kebiasaan nyata.
Menurut Karl Stewart dari IGN Entertainment, tiap generasi punya “sistem operasi” media yang berbeda. Karena itu, merek perlu strategi khusus agar bisa menjangkau Gen Z sesuai cara mereka mengonsumsi konten.
Untuk platform streaming, solusinya bukan hanya menambah konten baru. Loyalitas penonton lebih kuat pada waralaba atau saga panjang seperti Stranger Things dan Game of Thrones yang membuat penonton terus kembali.
Di dunia olahraga, Gen Z lebih suka menonton lewat kreator di YouTube dibanding siaran resmi. Pemegang hak siar perlu merangkul kreator sebagai pintu masuk penonton baru, bukan menganggapnya sebagai saingan.
Model bisnis game juga berubah dari sekadar menjual akses menjadi membangun komitmen jangka panjang. Season pass, status dalam game, dan barang virtual kini menjadi sumber pendapatan utama setelah pemain masuk lewat langganan atau game gratis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....