Friendster Kembali Hadir dengan Konsep Media Sosial tanpa Algoritma
- 01 Mei 2026 19:48 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Setelah 10 tahun lebih menghilang, Friendster kembali hadir
- Saat ini Friendster hanya tersedia bagi pengguna iPhone
RRI.CO.ID, Palembang - Setelah lebih dari satu dekade vakum, Friendster kembali hadir di dunia digital. Platform yang pernah populer pada era warnet itu diluncurkan ulang pada akhir April 2026 dalam bentuk aplikasi iPhone.
Kembalinya Friendster tidak menghadirkan konsep media sosial seperti sebelumnya. Platform tersebut kini dirancang dengan pendekatan interaksi yang lebih sederhana dan minim gangguan digital.
Friendster hadir tanpa versi Android maupun layanan berbasis web. Aplikasi hanya tersedia untuk pengguna iPhone melalui App Store.
Dilansir dari laman Rolling Stone Philippines, programmer asal Philadelphia, Mike Carson, menjadi sosok di balik peluncuran ulang platform tersebut. Ia mengakuisisi domain dan hak merek Friendster melalui Friendster Labs Inc.
Nilai akuisisi diperkirakan mencapai 30.000 dolar Amerika Serikat. Pembelian mencakup domain resmi dan identitas merek Friendster.
Carson menyebut Friendster baru dirancang sebagai ruang sosial yang lebih tenang. Platform itu hadir tanpa iklan, tanpa algoritma, dan tanpa penjualan data pengguna.
Berbagai elemen nostalgia dari Friendster lama tidak lagi digunakan. Profil HTML, musik latar, testimonial, dan daftar teman favorit dihapus dari sistem baru.
Sebagai gantinya, Friendster menekankan interaksi tatap muka. Pengguna harus mempertemukan dua iPhone secara langsung untuk membangun koneksi pertemanan.
Konsep tersebut dibuat untuk memastikan hubungan terbentuk melalui pertemuan nyata. Sistem ini juga membatasi interaksi dengan orang yang belum pernah ditemui.
Friendster baru tidak menampilkan jumlah pengikut atau rekomendasi akun asing. Linimasa hanya berisi unggahan dari orang yang sudah dikenal.
Platform juga menerapkan fitur koneksi yang memudar seiring waktu. Hubungan pertemanan akan berkurang jika pengguna tidak kembali bertemu selama satu tahun.
Carson menyebut pendekatan itu sebagai konsep “slow social”. Model tersebut menjadi antitesis dari media sosial modern yang berfokus pada keterlibatan instan.
Ia mengaku belum menjadikan monetisasi sebagai prioritas utama. Friendster kemungkinan akan menawarkan layanan premium pada masa mendatang.
Bagi pengguna lama, seluruh data dari era 2003 hingga 2014 tidak dapat dipulihkan. Friendster menegaskan data lama telah hilang sejak platform lama ditutup.
Aplikasi Friendster memiliki ukuran sekitar 6,5 MB dan ditujukan untuk pengguna usia 13 tahun ke atas. Pengembang juga mengingatkan publik agar berhati-hati terhadap aplikasi tiruan.
Kembalinya Friendster menghadirkan alternatif media sosial yang lebih sederhana. Platform itu mencoba menawarkan pengalaman digital yang lebih tenang di tengah dominasi algoritma.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....