Disiplin dan Manajemen Waktu Jadi Kunci Prestasi Siswa

  • 23 Apr 2026 06:56 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Kemampuan mengatur waktu antara belajar dan aktivitas hiburan dinilai menjadi kunci penting dalam membangun prestasi di usia sekolah. Hal itu disampaikan siswa kelas 7 Sains SMP Muhammadiyah 1 Palembang, Rhaga Dzaky F, saat menjadi narasumber dialog Indonesia Layak Anak Pro 1 RRI Palembang, Minggu, 19 April 2026.

Menurut Rhaga, siswa tetap perlu menjalani berbagai kegiatan positif di luar jam sekolah seperti teater, permainan digital, maupun organisasi. Namun, seluruh aktivitas tersebut harus berjalan seimbang dengan tanggung jawab akademik.

Ia menilai disiplin menjadi fondasi utama dalam mencapai keberhasilan. Pengaturan waktu yang baik membantu siswa tetap produktif tanpa mengabaikan kebutuhan hiburan dan pengembangan diri.

“Kalau bisa, buat jadwal sendiri kapan belajar dan kapan melakukan aktivitas lain,” ujarnya. Kebiasaan tersebut dinilai membantu membangun konsistensi belajar sejak dini.

Rhaga juga menekankan pentingnya belajar mandiri di rumah sebagai bagian dari pembentukan karakter. Menurutnya, keberhasilan akademik tidak selalu bergantung pada kursus tambahan.

Belajar mandiri dapat dilakukan dengan mengulang pelajaran yang telah diberikan guru di sekolah. Ia membiasakan belajar setelah waktu subuh sebagai cara menjaga fokus dan disiplin.

“Belajar mandiri bisa dilakukan dengan mengulang pelajaran yang sudah diajarkan guru,” katanya. Kebiasaan tersebut dianggap efektif memperkuat pemahaman materi.

Selain kemampuan akademik, lingkungan keluarga dinilai memiliki peran besar dalam mendukung prestasi. Dukungan orang tua dan suasana rumah yang kondusif menjadi faktor penting dalam pembentukan kebiasaan belajar.

Rhaga juga menyoroti pentingnya rasa percaya diri saat mengikuti perlombaan. Menurutnya, kompetisi seperti storytelling maupun matematika membutuhkan latihan yang konsisten.

Ia menambahkan prestasi tidak hanya dibangun melalui kegiatan di kelas. Aktivitas organisasi seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah dinilai membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan sosial.

“Jangan takut mengejar prestasi dan terus belajar tanpa menyerah,” ujarnya. Ia mengajak pelajar untuk menjaga motivasi membaca dan terus mengembangkan potensi diri.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keseimbangan antara disiplin, dukungan lingkungan, dan pengembangan minat menjadi faktor penting dalam membentuk prestasi siswa. Pendidikan karakter dinilai tidak kalah penting dibanding pencapaian akademik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....