Pelajar Muba Tembus Riset Internasional di Thailand

  • 22 Apr 2026 08:39 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Musi Banyuasin - Inovasi energi bersih dari limbah kelapa sawit mengantarkan pelajar Musi Banyuasin ke ajang internasional. Keduanya akan mewakili daerah dalam kompetisi riset di Thailand.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memberikan dukungan penuh atas capaian tersebut. Dua pelajar yang berangkat adalah Kianzhu P Alfarobby dan M Zaffa P Alfarobby.

Keduanya berhasil lolos sebagai perwakilan Muba dalam Lomba Penelitian Belia Tingkat Internasional. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung di Bangkok, Thailand.

Bupati Muba Toha Tohet menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih kedua pelajar tersebut. Ia menilai capaian ini menjadi bukti daya saing generasi muda di tingkat global.

“Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan Pemerintah Kabupaten Muba yang tentu memberikan dukungan penuh. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mengharumkan nama Indonesia, khususnya Kabupaten Muba,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat memotivasi pelajar lain untuk terus berinovasi. Generasi muda didorong berani tampil dan bersaing di tingkat internasional.

“Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Muba agar terus berkarya, berinovasi, dan berani tampil di tingkat internasional,” tuturnya.

Dalam kompetisi tersebut, Kianzhu dan Zaffa mengangkat penelitian bertajuk “Palm Waste to Clean Energy”. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi energi alternatif.

Keduanya menilai limbah kelapa sawit di Indonesia masih belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, jumlahnya sangat besar dan berpotensi mencemari lingkungan.

“Melalui penelitian ini, kami melihat peluang besar untuk mengolah limbah kelapa sawit menjadi energi biomassa yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari pengumpulan limbah cangkang sawit, proses karbonisasi, penghalusan, hingga pencampuran dengan perekat alami sebelum dicetak menjadi briket dan diuji di laboratorium,” ujar Kianzhu.

Hasil penelitian menunjukkan salah satu formulasi briket memiliki performa terbaik. Briket tersebut memiliki nilai kalor tinggi, kadar air rendah, serta waktu pembakaran lebih lama.

Temuan ini memperkuat potensi limbah kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif. Inovasi ini juga dinilai mampu mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

“Ke depan, penelitian ini masih dapat dikembangkan melalui uji skala besar, analisis emisi, serta penerapan teknologi sederhana agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Pihak sekolah berharap pemerintah daerah terus mendukung pengembangan riset pelajar. Dukungan tersebut dinilai penting untuk mencetak generasi unggul dan berdaya saing global.

“Terima kasih atas sambutan dan dukungan pemerintah daerah, semoga siswa dapat mengharumkan nama Kabupaten Muba,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....