Penipuan Online Marak, Warga Diminta Waspada Tautan Palsu
- 19 Mar 2026 14:20 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Peningkatan penggunaan internet dan e-commerce di Indonesia memicu maraknya penipuan digital. Oknum memanfaatkan momentum tertentu untuk menjerat masyarakat melalui berbagai modus daring.
Rendahnya literasi digital di sejumlah kalangan membuka celah kejahatan siber. Kondisi ini membuat masyarakat lebih rentan menjadi korban penipuan online.
Pandu Literasi Digital KemKomdigi RI Arif Setiadi mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan layanan digital dalam program Literasi Digital PRO 1 RRI Palembang, Selasa 17 Maret 2026. Ia menilai penipuan masih banyak terjadi karena minimnya pemahaman digital.
“Modus penipuan masih efektif dengan teknik phishing dan penyebaran informasi hoaks. Biasanya pelaku menawarkan diskon besar melalui tautan mencurigakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan pelaku sering menyebarkan tautan melalui berbagai platform media sosial untuk menjangkau korban. Tautan tersebut dirancang menyerupai situs resmi agar korban percaya.
Masyarakat yang mengunduh aplikasi dari sumber tidak jelas berisiko tinggi menjadi korban. Data pribadi dalam perangkat dapat diakses oleh pelaku kejahatan digital.
“Ketika aplikasi tersebut diinstal, data di smartphone bisa diambil pelaku. Hal ini dapat merugikan korban dalam jangka panjang,” tuturnya.
Arif menyebut tingkat literasi digital masyarakat sebelumnya masih tergolong rendah di beberapa wilayah. Namun, berbagai program edukasi terus dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan pemahaman.
Ia mengajak masyarakat lebih bijak menggunakan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Sikap waspada dinilai penting untuk menghindari berbagai modus penipuan.
“Sekarang dunia sudah berubah, kita harus lebih berhati-hati dalam bertindak. Saring sebelum sharing agar tidak mudah terjebak informasi palsu,” ujarnya.
Kebocoran data pribadi dapat menimbulkan kerugian jangka panjang bagi korban. Dampaknya bahkan bisa dirasakan hingga memengaruhi kehidupan seseorang di masa depan.
Pemerintah terus mendorong peningkatan literasi digital sebagai langkah pencegahan kejahatan siber. Upaya ini diharapkan mampu melindungi masyarakat dari ancaman penipuan online.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....