Inovasi Manik-Manik Ramah Lingkungan Berbahan Kentang dan Limbah
- 17 Feb 2026 11:34 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Inovasi manik-manik dan aksesori ramah lingkungan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran industri fesyen terhadap isu keberlanjutan. Material alternatif mulai dimanfaatkan untuk menghasilkan aksesori bernilai estetika sekaligus minim dampak lingkungan.
Salah satu inovasi datang dari Amerika Serikat melalui Mo.Na. yang mengembangkan manik-manik berbahan bioplastik dari pati kentang. Produk tersebut diolah menjadi aksesori gaya hidup seperti anting dan perhiasan yang kuat layaknya plastik.
"Meskipun dapat terurai di tanah, bukan berarti produk ini rapuh. Hasil aksesoris ini beragam dan bertahan digunakan para pelanggan setiap hari," jelas pihak Mo.Na. dalam unggahan instagram @mona.gems.
Dari Indonesia, inovasi serupa juga dihadirkan oleh Kunang Jewelry melalui pemanfaatan limbah logam, kaca, dan plastik. Limbah tersebut diolah kembali menjadi perhiasan dengan proses yang memperhatikan kualitas dan keamanan material.
Dalam keterangan unggahan Instagram @kunangjewelry, setiap material limbah dipilih dan dirawat untuk memperlambat proses oksidasi. “Kami tak hanya melahirkan kembali limbah, tetapi memastikan keamanannya untuk kulit," tulis pihak Kuning Jewelry.
Kehadiran Mo.Na. dan Kunang Jewelry menunjukkan ragam pendekatan inovatif dalam pengembangan aksesoris ramah lingkungan. Mulai dari bahan nabati hingga limbah daur ulang, keduanya menempatkan keberlanjutan sebagai nilai utama produk.
Inovasi manik-manik ramah lingkungan ini diharapkan mampu mendorong konsumen lebih peduli terhadap fesyen berkelanjutan. Selain itu, tren tersebut membuka peluang industri kreatif tumbuh sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....