Mengenal Konsep Half Duplex dan Dampak Latensi Jaringan
- 26 Jan 2026 12:05 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Dalam dunia komunikasi data, kecepatan bukan satu-satunya penentu kenyamanan pengguna. Ada dua istilah teknis yang sering menjadi "biang keladi" koneksi terasa lambat meskipun indikator sinyal penuh Half-Duplex dan Latensi. Mari kita bedah bagaimana keduanya bekerja dalam ekosistem jaringan kita. Konsep Half-Duplex adalah mode komunikasi di mana data dapat dikirim dan diterima, tetapi tidak bisa dilakukan secara bersamaan.
Merujuk pada literatur teknis dari Cisco Networking Academy, sistem ini ibarat sebuah jalan satu jalur yang digunakan oleh kendaraan dari dua arah berlawanan. Agar tidak terjadi tabrakan (kolisi), kendaraan harus bergantian melintas. Pada perangkat seperti walkie-talkie atau standar Wi-Fi lama, saat satu titik sedang memancarkan data, titik lainnya harus "mendengarkan" dan menunggu hingga jalur kosong. Inilah alasan mengapa penggunaan Wi-Fi Extender sering kali memotong kecepatan internet hingga separuhnya; perangkat tersebut harus bekerja dua kali lipat untuk menerima lalu mengirimkan kembali data secara bergantian.
Pada perangkat seperti walkie-talkie atau standar Wi-Fi lama, saat satu titik sedang memancarkan data, titik lainnya harus "mendengarkan" dan menunggu hingga jalur kosong. Inilah alasan mengapa penggunaan Wi-Fi Extender sering kali memotong kecepatan internet hingga separuhnya; perangkat tersebut harus bekerja dua kali lipat untuk menerima lalu mengirimkan kembali data secara bergantian.
Jika Half-Duplex adalah metode jalannya, maka Latensi adalah hambatan waktunya. Latensi merupakan durasi yang dibutuhkan satu paket data untuk menempuh perjalanan dari sumber ke tujuan. Berdasarkan standar industri yang sering dikutip dalam jurnal IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers), latensi dipengaruhi oleh beberapa faktor fisik:
1. Propagation Delay: Waktu yang dibutuhkan sinyal untuk merambat melalui kabel atau udara.
2. Processing Delay: Waktu bagi router untuk membaca header paket data dan menentukan rute selanjutnya.
3. Queuing Delay: Waktu tunggu paket data dalam antrean saat jaringan sedang padat.
Koneksi yang menggunakan sistem Half-Duplex secara otomatis akan meningkatkan latensi. Hal ini terjadi karena adanya "waktu tunggu" ekstra bagi perangkat untuk beralih peran dari pengirim menjadi penerima.Dampaknya sangat terasa pada aktivitas real-time seperti bermain game online atau video call, di mana respons cepat (latensi rendah) jauh lebih penting daripada kapasitas data (bandwidth) yang besar.
Memahami Half-Duplex dan latensi membantu kita menyadari bahwa perangkat jaringan terbaik sekalipun tetap tunduk pada hukum fisika. Untuk meminimalkan kendala ini, teknologi modern kini beralih ke Full-Duplex (komunikasi dua arah simultan) dan optimalisasi rute untuk memangkas latensi seminimal mungkin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....