Open AI Ungkap Cara Gunakan Chat GPT
- 16 Sep 2025 19:30 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Sebuah studi terbaru OpenAI bersama tim riset National Bureau of Economic Research (NBER), mengungkap fakta menarik tentang bagaimana ChatGPT telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat saat ini. Dilansir dari laman Open AI pada Senin (15/9/2025), riset besar ini menganalisis 1,5 juta percakapan, menunjukkan bahwa penggunaan AI generatif ini kini melampaui batas-batas yang diprediksi sebelumnya dan menyentuh berbagai aspek kehidupan.
Dulu, pengguna ChatGPT identik dengan para 'ahli teknologi' atau kaum pria. Namun, studi ini membuktikan sebaliknya. Kesenjangan demografi kini menyempit drastis. Jumlah pengguna wanita, misalnya, melonjak dari 37% di awal 2024 menjadi 52% pada pertengahan 2025, menunjukkan bahwa AI kini lebih mudah diakses oleh semua gender.
Tidak hanya itu, pertumbuhan pengguna paling pesat justru terjadi di negara-negara berkembang. Angka adopsinya bahkan empat kali lebih cepat dibanding negara maju. Ini menunjukkan bahwa AI bukan lagi monopoli negara-negara kaya, melainkan alat global yang merata.
Lalu, apa saja yang dilakukan orang dengan ChatGPT? Jawabannya sederhana: tugas-tugas sehari-hari. Tiga perempat percakapan berfokus pada hal-hal praktis seperti mencari informasi, meminta panduan, dan menulis.
Penggunaan ChatGPT bisa dikelompokkan menjadi tiga fungsi utama:
- Bertanya: Lebih dari 49% pengguna memanfaatkan ChatGPT sebagai konsultan atau penasihat. Mereka mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan saran, ide, atau solusi.
- Melakukan: Sekitar 40% pengguna memakai AI ini untuk menyelesaikan pekerjaan, seperti membuat draf email, menyusun presentasi, atau bahkan membantu coding.
- Mengekspresikan: Sisanya, 11%, menggunakan ChatGPT untuk hal-hal yang lebih personal, seperti menulis jurnal, bermain peran, atau sekadar bereksperimen.
Ini membuktikan bahwa ChatGPT bukan hanya alat untuk pekerjaan berat, tetapi juga penolong praktis dalam rutinitas harian.
Studi ini juga menemukan bahwa ChatGPT punya dampak ekonomi yang signifikan. Sekitar 30% penggunaan oleh konsumen ternyata terkait dengan pekerjaan, membantu mereka meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil. Sisanya, 70% bersifat personal, namun tetap menciptakan nilai yang terkadang sulit diukur dalam angka-angka PDB.
Secara singkat, ChatGPT tak lagi sekadar mainan teknologi. Ia adalah alat bantu yang benar-benar menciptakan nilai, baik di kantor maupun di rumah. Ia telah menyatu dengan kehidupan kita, membantu kita membuat keputusan yang lebih baik dan menyelesaikan tugas dengan lebih efisien.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....