Investasi Emas Digital Kian Populer, Keamanan Jadi Kunci

  • 04 Feb 2026 17:39 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat seiring melonjaknya harga logam mulia dan kemudahan akses melalui platform digital. Emas tidak lagi hanya diburu dalam bentuk fisik, tetapi juga dalam format digital yang memungkinkan transaksi dilakukan hanya melalui ponsel.

Namun, di balik tren tersebut, risiko tetap mengintai. Pasar global baru-baru ini dikejutkan oleh penutupan salah satu platform investasi emas di negara Asia yang menyebabkan kerugian diperkirakan mencapai Rp30 triliun, dengan sekitar 150.000 nasabah terdampak. Peristiwa ini kembali menegaskan prinsip dasar dunia keuangan: kepercayaan hanya bisa dibangun di atas legalitas dan keberadaan aset yang nyata.

Kemudahan transaksi dan iming-iming imbal hasil di atas rata-rata memang menggoda. Tetapi angka saldo di layar aplikasi sejatinya bergantung pada infrastruktur yang menopangnya. Karena itu, memilih platform investasi emas tidak cukup hanya melihat popularitas, melainkan jaminan keamanan nilai aset yang dimiliki.

Ada lima aspek krusial yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi emas digital. Pertama, kejelasan legalitas dan pengawasan. Di Indonesia, platform investasi emas harus berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Legalitas menjadi fondasi perlindungan hukum bagi investor.

Kedua, kepastian emas fisik sebagai underlying asset. Platform terpercaya wajib menjamin kepemilikan emas riil dengan rasio 1:1, artinya setiap gram saldo digital benar-benar memiliki emas fisik yang tersimpan aman di vault. Tanpa itu, investor berisiko hanya memiliki “emas kertas”.

Ketiga, transparansi harga dan selisih kurs atau spread. Platform yang sehat menampilkan harga beli dan jual secara real-time, tanpa biaya tersembunyi yang baru muncul saat pencairan dana. Keempat, likuiditas dan kemudahan pencairan. Investor perlu memastikan seberapa cepat proses buyback dan apakah saldo emas dapat dicetak menjadi emas batangan fisik bersertifikat.

Kelima, reputasi dan keamanan infrastruktur digital. Rekam jejak perusahaan dan sistem keamanan aplikasi, seperti autentikasi dua faktor dan enkripsi data, menjadi penentu perlindungan aset di era siber.

Di tengah dinamika tersebut, Pegadaian sebagai badan usaha milik negara (BUMN) dengan pengalaman lebih dari 124 tahun menempatkan diri sebagai salah satu rujukan utama investasi emas masyarakat. Melalui produk Tabungan Emas, Pegadaian menjamin saldo emas nasabah 1:1 dengan emas fisik 24 karat yang disimpan di vault berstandar internasional dan diawasi OJK.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, menegaskan bahwa kepercayaan menjadi fondasi utama layanan Pegadaian.

“Kepercayaan nasabah adalah fondasi utama dalam setiap layanan yang kami hadirkan. Di Pegadaian, masyarakat bisa mulai berinvestasi emas dengan nominal yang sangat terjangkau, mulai dari Rp10.000, yang langsung dikonversikan menjadi saldo Tabungan Emas. Saldo tersebut dijamin 1:1 dengan emas fisik 24 karat yang tersimpan aman di vault berstandar internasional. Artinya, setiap gram emas yang dimiliki nasabah benar-benar memiliki underlying asset yang nyata dan terlindungi," ujar Novryandi dalam siaran pers yang diterima RRI, Rabu, 4 Februari 2026.

"Di wilayah Sumbagsel sendiri, kami melihat antusiasme masyarakat terhadap investasi emas digital terus meningkat karena dinilai aman, likuid, dan mudah diakses. Melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, nasabah tidak hanya bisa menabung emas, tetapi juga memanfaatkan fitur deposito emas untuk memperoleh margin, serta fasilitas gadai saldo emas ketika membutuhkan dana cepat tanpa harus menjual aset yang dimiliki. Ini menjadi solusi finansial yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” tambah Novryandi.

Selain menabung, Pegadaian juga memberikan fleksibilitas kepemilikan aset riil. Saldo Tabungan Emas dapat dicetak menjadi emas batangan fisik dengan biaya transparan melalui aplikasi TRING! dan diambil di outlet Pegadaian maupun ATM Emas di lokasi strategis.

Pada akhirnya, investasi emas bukan semata mengejar keuntungan, melainkan menjaga nilai kekayaan jangka panjang. Di tengah maraknya platform digital, investor diingatkan untuk tidak mudah tergiur promo besar tanpa kejelasan. Investasi yang sehat selalu menempatkan keamanan dan kepercayaan di atas segalanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....