Doa Ibu Mengantar Aprizal Jadi Sekda Kota Palembang
- 03 Okt 2025 13:35 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Pesan sederhana seorang ibu di dusun menjadi cahaya kehidupan bagi Aprizal Hasyim. Hj Martini selalu mengingatkan agar bekerja jujur, tidak makan keringat orang lain, dan senantiasa berdoa.
“Hati-hati dalam bekerja, walaupun bercita-cita ingin membela bumi, jangan pernah makan keringat orang lain. Kita tidak tahu doa siapa yang akan dikabulkan Allah,” begitu pesan Ibunda Hj Martini, yang menjadi bekal hidup Sekda kota Palembang ini.
Pesan sederhana itu melekat kuat, melahirkan keteguhan hati yang membimbing Aprizal dari masa sulit hingga puncak birokrasi. Kini ia dipercaya menjadi Sekretaris Daerah Kota Palembang, jabatan penting yang dulu tak pernah terbayangkan.
“Untuk apa kita hebat kalau lupa sama orang tua. Saya tidak mungkin sampai di titik ini tanpa doa,” ucap Aprizal, Jumat (2/10/2025). Ucapannya keluar dengan mata berbinar, seolah mengenang setiap langkah perjuangan yang penuh pengorbanan.
Perjalanan panjang itu dimulai saat pindah sekolah dari Indralaya ke SMA Negeri 3 Palembang. Hidup ngekos membuatnya mandiri, hingga ia memilih pekerjaan sederhana, menjual koran demi meringankan beban keluarga.
“Hidup susah, kiriman dari orang tua di dusun tidak ada. Lalu saya belajar jual koran,” kenangnya lirih. Setiap subuh, ia mengambil koran di agen lalu menitipkan sebagian ke pasar 16 Ilir hingga Kertapati.
Sebagian lagi ia jajakan sendiri di jalanan, dan sepulang sekolah kembali mengecek hasil penjualan. Setahun penuh ia tekuni pekerjaan itu dengan konsistensi tinggi, meski tak pernah membayangkan menjadi ASN nomor satu di Palembang.
Pria kelahiran Tanjung Dayang, 15 April 1974, sempat bercita-cita menjadi tentara meski gagal dalam seleksi. Tak patah semangat, ia meniti jalan lain sebagai tenaga kerja sukarela, bahkan sempat menjadi sopir camat.
Tahun 1994 menjadi titik balik ketika ia lolos tes CPNS di Bangka Belitung dengan ijazah SMA. Ia memulai karier dari golongan II A, pelan namun pasti, dengan keteguhan yang tak pernah surut.
Rutinitas kerja tidak menghentikan langkahnya untuk melanjutkan kuliah, bolak-balik Indralaya-Palembang dengan motor Shogun. “Capek, sakit, tapi saya jalani. Kalau tidak ada komitmen, hidup tidak akan maju,” ungkapnya.
Kerja keras itu akhirnya terbayar dengan kenaikan pangkat hingga golongan IV D, jabatan Sekda ia emban. Baginya, semua pencapaian lahir dari doa ibu, dukungan istri, serta komitmen tanpa henti.
Kini, Aprizal selalu menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, dan menghargai keringat orang lain. Ia memahami kondisi pegawai karena dulu pernah merasakan pahit getir menjadi honorer, tenaga sukarela, bahkan sopir.
“Pekerjaan tidak selesai oleh kita sendiri, semua butuh kerja sama. Mulai dari tukang sapu, staf, atasan, hingga teman sebelah,” pesannya tegas. Dari loper koran di bawah Ampera, kini ia berdiri tegak sebagai Sekda Palembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....