Harga Cabai dan Ayam Dorong Inflasi Palembang
- 01 Okt 2025 16:36 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang mencatat inflasi pada September 2025 mencapai 0,30 persen secara bulanan (m-to-m). Secara tahunan (y-on-y) inflasi berada di angka 3,28 persen, sedangkan tahun kalender (y-to-d) sebesar 2,37 persen.
Kepala BPS Kota Palembang, Edi Subeno, menjelaskan penyumbang utama inflasi bulanan berasal dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Kelompok ini memberi andil 0,17 persen dengan komoditas utama penyumbang kenaikan harga adalah cabai merah, daging ayam ras, dan sigaret kretek mesin.
Menurut Edi, cabai merah menjadi komoditas paling dominan mendorong inflasi, diikuti bawang merah dan beras. “Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau andil 1,64 persen, sedangkan kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya andil 1,19 persen akibat kenaikan emas perhiasan,” jelasnya dalam rilis inflasi di Kantor BPS Kota Palembang, Rabu (1/10/2025).
Kenaikan harga daging ayam ras dipicu keterbatasan bibit ayam, meningkatnya permintaan masyarakat, serta kebutuhan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Faktor lain adalah meningkatnya biaya produksi yang mendorong harga ayam terus naik di pasaran.
Di sisi lain, BPS mencatat harga emas perhiasan melonjak akibat ketidakpastian ekonomi global dan konflik geopolitik internasional. Kondisi tersebut memicu investor beralih ke logam mulia sehingga harga emas di pasar domestik ikut terdongkrak.
Meski sejumlah harga pangan naik, masyarakat mendapat sedikit angin segar dari turunnya harga BBM non-subsidi per 1 September 2025. Pertamax Turbo turun Rp100 per liter, Solar Delite Rp250 per liter, dan Pertamina Dex Rp300 per liter berdasarkan data Pertamina.
Edi Subeno menegaskan laju inflasi Palembang masih terkendali meski ada gejolak harga pangan. Ia mengingatkan perlunya langkah antisipasi menjelang akhir tahun karena konsumsi masyarakat biasanya meningkat signifikan pada periode tersebut.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disdag Palembang, Elsa Noviani, mengungkapkan lonjakan harga cabai merah disebabkan stok yang menipis. “Musim hujan membuat banyak petani gagal panen, cabai membusuk di lahan, pasokan menurun drastis,” jelasnya.
Untuk meredam inflasi, Pemkot Palembang telah menggelar Pasar Murah di 44 titik sejak Februari hingga September 2025. Elsa menambahkan, “Tinggal 22 titik lagi untuk Oktober sampai Desember, lokasi akan dikoordinasikan dengan kecamatan dan kelurahan bagi keluarga menengah ke bawah.”
Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan dan meringankan beban masyarakat. Pemerintah kota menegaskan komitmen mengendalikan inflasi melalui penguatan pasokan, operasi pasar, serta koordinasi lintas instansi terkait.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....