Rudi, Dari Pedih Hidup Menuju Ridha Allah

  • 29 Sep 2025 15:55 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Hidup Rudi Suryanto (67) berliku penuh ujian. Lahir dari keluarga non muslim, ia kini menemukan kedamaian sebagai mualaf.

Keputusannya masuk Islam diawali pengalaman spiritual yang membuat hatinya gelisah. Ia sering merasa dilempar batu tanpa wujud orang di sekitarnya.

“Saya masih ingat betul, beberapa kali merasa dilempar batu dari belakang. Tapi ketika melihat ke belakang, tidak ada siapa-siapa,” ujarnya. Ia juga bermimpi diperlihatkan surga dan neraka.

Dorongan kuat memeluk Islam akhirnya membuatnya kehilangan istri pertama yang berbeda keyakinan. Hubungan dengan keluarganya pun sempat renggang karena pilihannya.

“Saya berusaha tetap ikhlas dan bersabar dengan salat, berserah diri kepada Allah SWT,” kenangnya dengan nada tenang. Meski berat, ia memilih bertahan di jalan baru.

Pernikahan keduanya juga berakhir pahit. Istrinya berselingkuh dan Rudi harus kehilangan seluruh harta, mulai dari rumah hingga tempat usaha.

Rudi kemudian memulai hidup dari nol. Kini, ia bekerja sebagai petugas kebersihan dan penyusun sandal jamaah di Masjid Cheng Ho Palembang.

Bersama istri ketiga, ia dikaruniai seorang anak yang sedang menempuh pendidikan sarjana. Hidup sederhana tak mengurangi rasa syukurnya.

“Saya saat ini memang tidak kaya, tetapi hati saya tenang dan damai. Semoga Allah selalu meridai setiap langkah,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....