Alquran Al-Akbar Jadi Wisata Religi Dunia

  • 28 Sep 2025 20:37 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Di Pondok Pesantren IGM Al Ihsaniyah, Kecamatan Gandus, berdiri mahakarya seni sekaligus simbol spiritualitas dunia: Alquran Al-Akbar. Kitab suci berukuran raksasa ini menjadi destinasi utama wisata religi yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Alquran Al-Akbar bukan dicetak di kertas, melainkan diukir manual pada kayu tembesu khas Sumatera yang kokoh dan indah. Setiap halaman berukuran panjang 177 sentimeter, lebar 140 sentimeter, dengan ketebalan 2,5 sentimeter per lembar.

“Setiap pahatannya membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan keikhlasan hati. Karena yang diukir bukan sembarang teks, melainkan firman Allah,” ujar seorang pengurus pondok, Minggu (28/9/2025). Ia menegaskan karya ini sarat makna spiritual.

Bagi pengunjung, menyusuri lembar demi lembar kitab ini terasa seperti perjalanan rohani yang mendalam. Rina, wisatawan asal Jakarta, mengaku hatinya tersentuh saat menyaksikan langsung ayat-ayat terukir di atas kayu.

“Saya merasa lebih dekat dengan Allah. Ukiran ini membuat saya ingin lebih sering membaca dan merenungi Alquran,” ucap Rina. Baginya, pengalaman ini memberi ketenangan batin yang sulit digambarkan.

Setiap harinya, ratusan pengunjung datang baik bersama keluarga maupun rombongan sekolah. Bahkan turis asing kerap terlihat mengabadikan momen di kawasan wisata ini dengan penuh kekaguman.

Untuk masuk ke area Alquran Al-Akbar, pengunjung dikenakan tiket Rp20 ribu dewasa dan Rp15 ribu anak-anak. Harga ini dianggap terjangkau mengingat pengalaman spiritual sekaligus estetika seni yang disuguhkan.

“Orang-orang datang bukan hanya untuk melihat keindahannya, tetapi juga untuk merasakan atmosfer spiritual yang sulit didapat di tempat lain,” ujar Didi, seorang pemandu wisata. Ia menilai Alquran Al-Akbar sudah menjadi kebanggaan Palembang dan Indonesia.

Kehadiran Alquran Al-Akbar menegaskan perpaduan seni dan agama dapat menghasilkan karya monumental. Ukiran kayu tembesu bukan hanya estetika, tetapi juga sarana dakwah yang menginspirasi generasi muda agar semakin mencintai Alquran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....