Mang Dayat Gagas Nama Jalan Beraksara Palembang

  • 27 Sep 2025 16:41 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Budayawan sekaligus YouTuber asal Palembang, Mang Dayat, melontarkan gagasan unik dan sarat nilai budaya. Dia mengusulkan agar penamaan jalan di Kota Palembang mulai menggunakan aksara lokal Palembang sebagai bentuk pelestarian warisan budaya dan penguatan identitas daerah.

Aksara Palembang, yang merupakan turunan dari aksara Ulu dan memiliki akar sejarah panjang di wilayah Sumatera Selatan, selama ini nyaris tenggelam oleh dominasi huruf Latin. Menurutnya, penggunaan aksara Palembang dalam penamaan jalan bukan sekadar estetika, tetapi juga bentuk edukasi publik agar masyarakat mengenal dan bangga terhadap warisan leluhur.

“Kalau Bali bisa pakai aksara Bali di papan jalan, kenapa Palembang tidak? Kita punya aksara sendiri yang indah dan penuh makna. Ini bukan nostalgia, ini adalah identitas,” ujar Mang Dayat dalam unggahan videonya, Sabtu (27/9/2025) yang dilihat ribuan penonton.

Sebagai konten kreator yang konsisten mengangkat sejarah, budaya, dan tradisi Palembang, Mang Dayat telah menjadi figur penting dalam gerakan pelestarian budaya lokal.

Channel YouTube miliknya, yang kini memiliki lebih dari 200 ribu pelanggan, kerap membahas topik-topik seperti asal-usul nama kampung, sejarah kerajaan Sriwijaya, hingga kuliner khas Palembang dengan gaya tutur yang ringan dan khas wong kito.

Gagasan penamaan jalan dengan aksara Palembang pertama kali ia lontarkan dalam video bertema “Palembang Harus Punya Jalan Beraksara Sendiri,” cetusnya. Dalam video tersebut, ia menampilkan simulasi papan nama jalan seperti “Jalan Sekanak” yang ditulis dengan aksara Palembang di bawah huruf Latin.

Gagasan ini langsung mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk komunitas budaya, akademisi, dan tokoh masyarakat. Beberapa netizen bahkan mengusulkan agar nama-nama jalan yang memiliki nilai sejarah seperti Jalan Merdeka, Jalan Sekanak, dan Jalan Ki Gede Ing Suro menjadi prioritas dalam penerapan aksara Palembang.

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyatakan akan mengkaji usulan tersebut. “Kami menyambut baik gagasan Mang Dayat. Ini sejalan dengan visi kami untuk menjadikan Palembang sebagai kota budaya yang berdaya saing,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Sulaiman Amin, dalam pernyataan singkat belum lama ini.

Mang Dayat juga menekankan pentingnya edukasi sebelum implementasi. Ia mengusulkan agar aksara Palembang diajarkan kembali di sekolah-sekolah dasar sebagai muatan lokal. Selain itu, ia berencana membuat konten edukatif khusus tentang cara membaca dan menulis aksara Palembang agar mudah diakses oleh generasi muda.

“Kalau kita tidak kenalkan sekarang, anak-anak kita akan tumbuh tanpa tahu jati dirinya. Aksara itu bukan hanya huruf, tapi jejak sejarah dan kebanggaan,” tegas Mang Dayat.

Gagasan Mang Dayat bukan sekadar wacana, tetapi langkah konkret menuju kebangkitan budaya lokal di tengah arus globalisasi. Dengan mengusulkan penamaan jalan menggunakan aksara Palembang, ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga merancang masa depan yang berakar kuat pada identitas daerah. (Wahyu)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....