Gubernur Sumsel Tekankan BUMD Sehat, Jamkrida Jadi Contoh

  • 17 Apr 2025 12:12 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Cik Ujang, menegaskan komitmen kuat Gubernur Herman Deru dalam mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di provinsi tersebut untuk memiliki pengelolaan keuangan yang prima, beroperasi secara efektif, menghasilkan keuntungan signifikan, dan terpenting, tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi. Penegasan ini disampaikan saat menerima audiensi jajaran komisaris PT Jamkrida Sumsel di ruang kerjanya, Kamis (17/4/2025).

"Alhamdulillah hari ini pertama Jamkrida dipanggil, sebagai salah satu BUMD yang pengelolaan keuangannya dalam kategori sehat," ungkap Wagub Cik Ujang dengan nada bangga usai pertemuan yang berlangsung hangat tersebut.

Audiensi ini sendiri bertujuan untuk memperkenalkan jajaran komisaris baru sekaligus menyampaikan laporan kinerja terkini PT Jamkrida Sumsel sebagai salah satu pilar ekonomi daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Cik Ujang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas performa PT Jamkrida Sumsel yang berhasil menunjukkan sistem keuangan yang solid. Beliau menekankan bahwa pengelolaan manajemen BUMD yang profesional dan akuntabel adalah kunci utama agar entitas-entitas ini tidak menjadi beban bagi keuangan daerah.

"Dari total 11 BUMD di Sumsel, beberapa BUMD telah dinyatakan memiliki sistem keuangan yang sehat. Mari terus perbaiki manajemen kita, cara pengaturannya, jangan sampai BUMD ini nanti tutup karena mengalami kerugian," serunya dengan nada mengingatkan.

Lebih lanjut, Wagub Cik Ujang juga menyoroti krusialnya laporan kinerja BUMD yang transparan. Menurutnya, keterbukaan dalam pelaporan akan memungkinkan identifikasi dini terhadap potensi permasalahan sehingga solusi yang tepat dapat segera diimplementasikan.

"Saya harapkan laporan yang disampaikan BUMD dilakukan secara transparan, sehingga apabila ada hal yang tidak baik dapat segera dicarikan solusi untuk menjadi lebih bagus," tegasnya.

Sementara itu, Dewan Komisaris Utama PT Jamkrida Sumsel, Afrian Joni, menjelaskan, kedatangannya bersama jajaran komisaris adalah untuk melaporkan secara langsung kinerja perusahaan serta memaparkan rencana strategis kedepan.

Ia mengungkapkan, PT Jamkrida Sumsel telah berdiri sejak tahun 2012. Sempat mengalami tantangan berupa akumulasi kerugian pada tahun 2018, perusahaan ini kemudian bangkit berkat suntikan modal dari Pemerintah Provinsi Sumsel. Sinergi apik dengan PT Bank Sumsel Babel (BSB) juga menjadi faktor penting dalam pemulihan dan keberhasilan PT Jamkrida Sumsel dalam menata kembali pengelolaan keuangannya menjadi sehat dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....