Kloter 3 Debarkasi Palembang Bawa Pulang 443 Jemaah
- 07 Jun 2026 22:18 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Sebanyak 443 jemaah haji Kloter 3 asal OKU Timur, OKI, dan Palembang tiba dengan selamat di Debarkasi Palembang setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci
- Jumlah jemaah yang kembali berkurang satu orang dari total keberangkatan akibat adanya mutasi kloter (tanazul), yang merupakan bagian dari pelayanan untuk kenyamanan jemaah
- Kakanwil Kemenhaj Sumsel H.M. Arkan Nurwahiddin mengajak jemaah menjaga kemabruran haji serta mengapresiasi seluruh petugas dan pihak yang telah mendukung kelancaran proses pemulangan haji
RRI.CO.ID, Palembang - Sebanyak 443 jemaah haji Kloter 3 Debarkasi Palembang tiba di Tanah Air dengan selamat. Mereka mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada Jumat, 5 Juni 2026.
Jemaah yang pulang berasal dari Kabupaten OKU Timur, Kabupaten OKI, dan Kota Palembang. Kedatangan mereka berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Ketua PPIH Debarkasi Palembang, M. Arkan Nurwahiddin, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pemulangan. Seluruh jemaah tiba dalam kondisi sehat setelah menjalani rangkaian ibadah haji.
Kedatangan Kloter 3 menambah jumlah jemaah yang telah kembali ke Sumatera Selatan. Hingga saat ini, total jemaah yang telah tiba mencapai 1.329 orang.
“Alhamdulillah, proses kepulangan Kloter 3 berjalan lancar dan seluruh jemaah tiba dalam kondisi sehat,” katanya. Dinamika jumlah jemaah terjadi karena adanya perpindahan antarkelompok terbang.
Saat berangkat menuju Tanah Suci, Kloter 3 membawa 444 jemaah. Namun jumlah tersebut berubah saat proses pemulangan berlangsung.
Dua jemaah Kloter 3 lebih dahulu kembali bersama Kloter 2. Keduanya bernama Suhana dan Siti Mahmudah.
Sebaliknya, Kloter 3 menerima satu jemaah dari Kloter 9. Jemaah tersebut bernama Sri Utami yang berasal dari Kabupaten OKU Timur.
Dalam penyambutan di Asrama Haji Sumatera Selatan, Arkan menyampaikan ucapan selamat datang. Ia berharap seluruh ibadah jemaah diterima Allah SWT.
Menurut Arkan, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang membentuk ketakwaan. Nilai tersebut perlu dijaga setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
“Para jemaah diharapkan mampu menjaga kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Kemabruran dapat diwujudkan melalui peningkatan ibadah dan kepedulian sosial.
Arkan juga mengingatkan ketentuan pendaftaran haji yang berlaku saat ini. Jemaah yang telah berhaji dapat mendaftar kembali setelah masa tunggu 18 tahun.
Ia turut mengapresiasi petugas haji dan tenaga kesehatan yang bertugas. Dukungan berbagai pihak dinilai membantu kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.
Setelah tiba di Asrama Haji Palembang, jemaah menjalani pemeriksaan kesehatan singkat. Mereka kemudian menerima paspor dan air zamzam sebelum pulang ke daerah asal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....