Penundaan Haid saat Haji Harus Melalui Konsultasi
- 23 Apr 2026 07:01 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Sebanyak 7.036 calon haji dari Sumatera Selatan dan Bangka Belitung dijadwalkan berangkat dalam 16 kelompok terbang mulai 22 April 2026. Di tengah persiapan ibadah, kesehatan reproduksi menjadi perhatian khusus bagi jemaah perempuan, terutama terkait pengaturan siklus menstruasi selama di Tanah Suci.
Kondisi haid saat pelaksanaan haji atau umrah kerap menjadi kekhawatiran karena membatasi sejumlah aktivitas ibadah, seperti tawaf dan salat di Masjidil Haram. Karena itu, sebagian jemaah memilih menunda menstruasi melalui bantuan medis.
Dokter spesialis kandungan RS Islam Ar Rasyid Palembang, Tria Puji Kurnia Sunazki, menjelaskan kondisi haid saat ibadah merupakan hal yang bersifat mubah dalam syariat. Perempuan tetap dapat menjalankan ibadah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Secara hukum, haid itu mubah ketika haji atau umrah,” ujarnya dalam Dialog Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Palembang, Jumat, 16 April 2026. Menurutnya, kondisi tersebut telah menjadi bagian yang diperhitungkan dalam pelaksanaan ibadah.
Ia menjelaskan terdapat metode medis yang dapat digunakan untuk menunda menstruasi melalui terapi hormonal. Pilihan tersebut dapat dilakukan menggunakan pil maupun suntikan sesuai kebutuhan medis.
“Metode hormonal bisa digunakan untuk menahan menstruasi, baik dengan pil maupun suntikan,” katanya. Namun, penggunaan metode tersebut memerlukan pengawasan tenaga kesehatan.
Dokter Puji mengingatkan penggunaan terapi hormonal tidak boleh dilakukan sembarangan. Penyesuaian metode harus mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Ia menekankan pentingnya konsultasi sebelum keberangkatan agar metode yang dipilih aman dan efektif. Langkah tersebut juga bertujuan meminimalisasi risiko selama menjalankan ibadah.
“Disarankan konseling terlebih dahulu sebelum berangkat haji,” ujarnya. Konsultasi dinilai penting untuk menentukan metode yang sesuai dengan kondisi tubuh.
Menurutnya, faktor usia dan jenis terapi memengaruhi efektivitas penggunaan metode hormonal. Pil harus diminum secara rutin pada waktu yang sama agar hasilnya optimal.
Persiapan kesehatan menjelang ibadah haji dinilai tidak hanya mencakup kebugaran fisik, tetapi juga aspek reproduksi. Edukasi medis diharapkan membantu jemaah menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....