Waspada Paspor Hilang, Ini Pesan Imigrasi untuk Haji

  • 26 Mei 2025 10:01 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Keberangkatan jemaah haji Kloter 19 Embarkasi Palembang menjadi momentum penting bagi Kantor Wilayah Imigrasi Sumatera Selatan untuk kembali mengingatkan pentingnya menjaga dokumen perjalanan, khususnya paspor.

Kepala Kanwil Imigrasi Sumsel, Guntur Sahat Hamonangan, menekankan bahwa kehilangan paspor selama di Tanah Suci bisa berdampak besar pada kelancaran ibadah para jemaah.

“Jaga paspornya jangan sampai hilang, karena jika sampai hilang akan sangat merepotkan jemaah selama di Tanah Suci dan dapat mengganggu proses perjalanan ibadah haji,” pesan Guntur saat melepas Kloter 19 di Gedung Serbaguna Asrama Haji Sumsel, Minggu (25/5/2025).

Guntur menyebut bahwa proses penggantian paspor hilang memerlukan waktu dan melibatkan banyak pihak, termasuk Kedutaan Besar RI dan instansi di Arab Saudi. Ia juga berpesan agar para jemaah menjaga kesehatan serta mengikuti pola makan sesuai arahan petugas.

Di sisi lain, Ketua PPIH Embarkasi Palembang, Syafitri Irwan melaporkan bahwa hingga Kloter 19 ini, sebanyak 7.010 jemaah telah diberangkatkan. Rinciannya, 5.831 dari Sumatera Selatan, 1.103 dari Bangka Belitung, dan 76 petugas kloter.

“Masih tersisa tiga kloter lagi yang akan diberangkatkan Embarkasi Palembang. Kloter terakhir yakni Kloter 22 dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi pada 29 Mei 2025 pagi,” jelas Syafitri.

Terkait jemaah di Arab Saudi, Syafitri memastikan seluruhnya telah tiba di Mekkah. Namun, empat jemaah dilaporkan wafat, masing-masing dua dari Sumsel dan dua dari Babel.

Ia pun mengimbau jemaah yang sudah menunaikan umrah wajib untuk lebih fokus mempersiapkan diri menyambut puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Mengingat kondisi di Arab Saudi yang saat ini sangat panas, kami mengimbau seluruh jemaah haji Embarkasi Palembang untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Bagi yang sudah melaksanakan umrah wajib, kami minta fokus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi puncak haji di Arafah Muzdalifah dan Mina. Tidak perlu memaksakan diri untuk Shalat di Masjidil Haram. Sebab hotel tempat jemaah haji Indonesia menginap masih berada di Tanah Haram. Jadi, pahalanya pun sama,” tutur Syafitri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....