Korban Bus ALS Sulit Dikenali, Tim DVI Fokus Uji DNA

  • 11 Mei 2026 06:50 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang- Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel masih terus melakukan identifikasi terhadap jenazah korban tabrakan Bus ALS dengan truk tangki di Jalan Lintas Kabupaten Muratara. Proses identifikasi memasuki hari keempat dengan melakukan pengumpulan data korban semasa hidup (Antemortem) dan melakukan pemeriksaan data fisik jenazah (Postmortem).

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budhi Susanto, mengungkapka,n dari total seluruh korban meninggal dalam insiden kecelakaan bus ALS di Muratara baru satu yang sudah dipulangkan. “Baru satu yang dipulangkan ke pihak keluarga atas nama korban Tahrul Hubaidi yang meninggal dalam perawatan di RSUD Rupit,” sambungnya.

Proses pemulangan yang cepat dikarenkan korban yang meninggal dunia di rumah sakit tidak termasuk dalam operasi DVI . ”Korban juga sudah teridentifikasi sehingga bisa langsung dipulangkan ke pihak keluarga,"kata Budhi kepada wartawan Sabtu sore, 9 Mei 2026.

Menurut Budhi, untuk 16 kantong jenazah yang berisi 17 body part atau potongan tubuh belum bisa diidentifikasi sampai nanti hasil DNA nya bisa ditayangkan. "Karena satu satunya yang bisa diandalkan untuk mengidentifikasi jenazah melalui hasil DNA,"ungkapnya.

Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol Wahyu Hidayati, menyebut, memang dalam kondisi kali ini properti atau benda benda yang ada pada tubuh korban meninggal dalam kasus kecelakaan bus ALS sebagian besar sudah tidak ada lagi yang menempel. "Baik itu cincin, jam tangan, baju, jaket, dompet ini semua sudah tidak ada lagi karena terbakar,"kata Wahyu.

Didalam serpihan serpihan jenazah tim DVI hanya temukan kepala ikat pinggang, dompet yang berisi identitas atas nama pak Sukono dan potongan jam tangan tetapi tidak bisa mengidentifikasinya asal benda benda tersebut berasal dari jenazah mana. "Kita tahu benda benda ini memang milik korban, tapi milik jenazah mana kita bisa diketahui. Potongan baju ada, potongan celana ada tapi sekali lagi itu tidak menempel pada jenazah,"jelasnya.

Disisi lain, kata Wahyu pihak keluarga korban sudah menunjukkan dan memberikan data cukup lengkap ke petugas DVI mulai dari ciri ciri fisik seperti tahi lalat, tato, warna kulit, rambut dan sebagainya. "Tapi saat dicocokkan dengan jenazah tidak ketemu dikarenakan kondisi jenazahnya sulit dikenali,” jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....