Deputy K-MAKI Kritik Lambannya Penanganan Korupsi di Sumsel
- 11 Mar 2025 08:35 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Deputy Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K-MAKI), Feri Kurniawan, menilai tingginya tingkat korupsi di Sumatera Selatan terjadi karena aparat hukum kurang menindaklanjuti laporan masyarakat. Menurutnya, meskipun pemerintah berupaya mengusut kasus korupsi, banyak kasus yang hanya terungkap sebagian kecil dan belum sepenuhnya diselesaikan.
Feri menyoroti beberapa kasus besar yang belum mendapat perhatian serius, seperti mangkraknya pembangunan Pasar Cinde, dugaan penimbunan barang, serta korupsi yang melibatkan Bank Sumsel. Ia juga menilai kejaksaan belum maksimal dalam menangani kasus-kasus tersebut.
"Salah satu kasus besar yang belum terungkap adalah korupsi dalam sektor tambang batubara di Lahat, yang hingga kini belum selesai," ujar Feri, Senin (10/3/2025).
Ia menambahkan bahwa intervensi dari berbagai pihak, termasuk mafia kasus, praktik suap, dan gratifikasi, menjadi tantangan utama dalam pemberantasan korupsi di Sumsel. Hal ini semakin menyulitkan aparat untuk bertindak optimal.
Feri menekankan pentingnya kolaborasi antara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), aparat penegak hukum, dan pemerintah pusat. Ia berharap dengan transparansi dalam penyidikan serta pengawasan yang konsisten, praktik korupsi dapat diminimalisir dan ditangani lebih efektif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....