Pentingnya Majalah Dinding Sebagai Media Kreativitas dan Literasi Siswa

  • 23 Jun 2024 21:36 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Majalah dinding, sering disebut "mading," umumnya ditemui di lembaga pendidikan, terutama sekolah, sebagai media tulisan. Mading berisi informasi yang ditulis dan dipajang di dinding sekolah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI), majalah dinding adalah lembaran tulisan yang ditempel di dinding. Mading berisi informasi yang ditulis atau dicetak, dipajang agar mudah dibaca.

Psikolog dan terapis di Sekolah Harapan Mandiri Era Damayanti menyoroti pentingnya mading sebagai wadah ekspresi siswa. Era menekankan bahwa mading adalah tempat bagi siswa menuangkan ide dan kreativitas. Mading yang baik berisi karya siswa yang sesuai tujuannya.

Era menjelaskan bahwa mading melatih kepercayaan diri siswa dan meningkatkan kreativitas. Selain itu, mading mendorong minat membaca, menulis, dan meningkatkan literasi siswa. "Di era saat ini, mading tetap menjadi hal yang sangat diperlukan bagi para siswa sebagai tempat untuk menuangkan segala ide, kreativitas, dan ekspresi," ungkap Era kepada RRI, Sabtu (22/6/2024).

Era menyebutkan bahwa mading yang baik adalah mading yang dipenuhi oleh karya-karya siswa dan berfungsi sesuai tujuannya. "Siswa membutuhkan mading sebagai ruang dan tempat untuk menampung semua ide, ekspresi, dan kreativitas mereka. Maka mading itu bisa menjadi wadah bagi mereka dalam berkarya dan mempublikasikan tulisan-tulisan, entah itu dalam bentuk cerita, gambar, puisi, dan lainnya," jelasnya.

Lebih lanjut, Era menjelaskan manfaat mading bagi siswa. "Membuat karya yang kemudian ditempel di mading ini akan melatih tingkat kepercayaan diri siswa, karena karya yang telah dibuat dapat dilihat dan dibaca oleh orang lain. Hal ini membuat siswa menjadi termotivasi untuk melahirkan kreativitas lainnya," lanjutnya.

Selain sebagai media untuk meningkatkan kreativitas, mading juga berfungsi untuk memancing minat membaca dan menulis serta memperbaiki tingkat literasi siswa. "Literasi adalah kemampuan para siswa dalam membaca, menulis, berbicara, berpikir, dan segala bentuk keterampilan dalam memperoleh informasi serta memecahkan masalah. Dan literasi ini merupakan salah satu program yang sedang digalakkan oleh pemerintah sebagai bentuk tercapainya tujuan pendidikan," tambahnya.

"Pada era modern saat ini, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, minat baca dan tulis siswa menjadi rendah. Padahal, untuk memperoleh informasi dalam bentuk tertulis, siswa diharapkan membaca terlebih dahulu, termasuk membaca buku. Sayangnya, minat baca tulis siswa semakin menurun. Nah, agar terciptanya budaya literasi pada siswa, mading adalah salah satu media yang bisa digunakan," pungkas Era.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....