Berawal dari Audisi Pop, Aisyah Kamila Sabet Juara Vokal Melayu
- 26 Agt 2026 10:40 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Aisyah Cahya Kamila, mahasiswi Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Sriwijaya, meraih Juara 1 Solo Melayu Putri pada Porseni Politeknik Se-Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Medan.
- Pencapaian vokal Aisyah berkembang pesat setelah bergabung dengan lingkungan seni di Politeknik Negeri Sriwijaya, meskipun kecintaannya pada musik sudah tumbuh sejak usia sekolah.
- Selain penghargaan individual, Aisyah juga meraih Juara 3 dalam kompetisi vokal grup pada ajang yang sama.
RRI.CO.ID, Palembang - Kejelian melihat potensi tersembunyi berbuah manis bagi Aisyah Cahya Kamila. Langkah mahasiswi Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) ini membuahkan medali emas pada ajang Porseni Politeknik Se-Indonesia 2026 di Medan. Aisyah keluar sebagai Juara 1 Solo Melayu Putri sekaligus melengkapi prestasinya dengan merebut Juara 3 di kategori Vokal Grup.
Menariknya, musik Melayu bukanlah jalur awal yang direncanakan Aisyah. Saat membulatkan tekad mengikuti seleksi kampus, ia melangkah dengan membawakan genre lagu pop. Namun, telinga tajam para pelatih di training center Polsri membaca hal lain: karakter vokal Aisyah justru menyimpan artikulasi khas yang padu dengan cengkok Melayu.
“Awalnya ikut audisi pop di kampus, kemudian saat training center diarahkan ke Melayu,” ujar Aisyah saat berbagi cerita dalam sesi Obrolan Komunitas di RRI Palembang, Jumat, 14 Agustus 2026.
Lompatan genre tersebut memaksa Aisyah keluar dari zona nyaman. Ia menggembleng fisiknya untuk membedah deretan tembang Melayu asing yang belum pernah ia nyanyikan sebelumnya. Kebiasaannya melantunkan lagu daerah sejak kecil mendadak jadi fondasi berharga saat ia mempelajari alur cengkok, dinamika nada, hingga penjiwaan lirik.
Bagi mahasiswi teknik, tantangan terbesar tak cuma urusan melatih vokal di ruang seni. Gelombang latihan intensif yang membentur jadwal perkuliahan, praktikum, hingga Ujian Akhir Semester (UAS) menuntut kedisiplinan ekstra. Laporan laboratorium kerap diboyongnya ke sela-sela waktu istirahat latihan demi memastikan kewajiban akademiknya tak terbengkalai.
“Belajar nomor satu, baru latihan,” tegas Aisyah, menggambarkan betapa ketatnya ia membagi waktu.
Konsistensi itu diuji saat tenggat ujian dan persiapan kompetisi melintas bersamaan. Aisyah tak segan berkomunikasi secara terbuka dengan tim pelatih untuk menyesuaikan porsi latihan saat beban praktikum sedang memuncak.
Kerja keras mengasah cengkok serta keteguhan mengawal prioritas kuliah akhirnya terbayar tuntas di panggung nasional Medan. Pembuktian Aisyah menjadi potret nyata bahwa bakat yang diasah di wadah yang tepat mampu melampaui ekspektasi.
| Baca juga: Dari Hobi, Peldo Mulai Ciptakan Lagu |
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....