Orang Tua Dinilai Berperan Besar Membentuk Karakter Anak di Era Digital

  • 21 Jul 2026 10:28 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Di tengah derasnya arus media sosial dan tantangan zaman digital, para ahli pendidikan dan psikolog sepakat: pondasi karakter positif anak dimulai dari rumah.
  • Peran orang tua menjadi faktor utama yang menentukan apakah anak tumbuh jujur, disiplin, empati, dan bertanggung jawab.
  • Dr. dr. Siti Sarahdeaz mengarahkan anak-anaknya (Afnan dan Affan) untuk mengikuti olahraga berkuda, memanah, dan menembak sebagai sarana positif untuk menyalurkan energi dan melatih emosional.
  • Olahraga berkuda melatih anak untuk berinteraksi, memahami karakter makhluk hidup lain, menekan rasa takut, serta menumbuhkan rasa peduli dan kesabaran.

RRI.CO.ID, Palembang - Peran orang tua dinilai menjadi faktor utama dalam membentuk karakter anak di tengah derasnya arus media sosial dan tantangan era digital. Keluarga dianggap memiliki peran penting menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, empati, dan kejujuran melalui pembiasaan aktivitas positif sejak usia dini.

Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Indonesia Layak Anak (IDOLA), Minggu, 19 Juli 2026. Salah satu narasumber, Dr. dr. Siti Sarahdeaz F. Putri, M.Biomed, membagikan pengalaman mendampingi kedua putranya mengembangkan karakter melalui kegiatan olahraga.

Siti Sarahdeaz mengatakan kedua anaknya, Afnan Khalid Al-Faruq, siswa Singapore Intercultural School (SIS), dan Affan Zahir Az Zabayr, siswa SDI Al Azhar Cairo, aktif mengikuti olahraga berkuda dan menembak. Menurutnya, kegiatan tersebut dipilih untuk menyalurkan energi anak sekaligus mendukung perkembangan karakter.

Ia menjelaskan keputusan memperkenalkan olahraga berkuda kepada anak-anak awalnya dilandasi nilai ibadah. Seiring waktu, keduanya menikmati aktivitas tersebut dan menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas di luar sekolah.

"Kami melihat kegiatan positif seperti berkuda, memanah, dan menembak dapat menjadi sarana yang baik bagi anak. Tantangannya hanya di awal, seperti cuaca panas dan pengaturan jadwal agar tidak berbenturan dengan sekolah. Yang terpenting adalah melihat minat anak," ujarnya.

Siti Sarahdeaz menilai olahraga tidak hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga membentuk karakter anak. Melalui berkuda, misalnya, anak belajar disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap makhluk hidup.

Afnan mengaku mulai mengenal olahraga berkuda sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengatakan awalnya sempat merasa takut menunggangi kuda karena belum memahami karakter hewan tersebut.

"Saya senang berkuda karena bisa lebih dekat dan memahami karakter kuda. Kuda favorit saya sejauh ini adalah kuda poni berwarna putih dengan sedikit corak cokelat," ujarnya.

Menurut Afnan, rasa takut tersebut berangsur hilang setelah mendapat pendampingan pelatih dan memahami cara berinteraksi dengan kuda. Sementara itu, Affan mengaku tertarik menekuni olahraga berkuda karena mengajarkan kesabaran serta kemampuan memahami makhluk hidup lain.

Siti Sarahdeaz berharap orang tua dapat memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan minat sesuai bakatnya. Ia menilai dukungan keluarga menjadi kunci dalam membangun karakter positif sekaligus mempersiapkan anak menghadapi tantangan di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....