Libur Sekolah Dorong Penjualan Layangan Meningkat

  • 28 Jun 2026 20:40 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Permainan layangan kembali marak dimainkan anak-anak selama libur sekolah di Kecamatan Kemuning.
  • Penjualan layangan meningkat karena tingginya minat masyarakat terhadap permainan tradisional tersebut.

RRI.CO.ID, Palembang - Permainan layangan kembali diminati anak-anak dan remaja di Kecamatan Kemuning, Palembang. Aktivitas tersebut menjadi pilihan utama untuk mengisi masa libur sekolah.

Fenomena itu terlihat di sejumlah ruang terbuka pada Jumat, 26 Juni 2026. Anak-anak memanfaatkan waktu luang untuk bermain bersama teman-temannya.

Meningkatnya aktivitas bermain layangan turut mendongkrak penjualan para pedagang setempat. Pembeli tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar Kecamatan Kemuning.

Penjual layangan, Nur, mengatakan permintaan meningkat sejak awal masa libur sekolah. Anak-anak dan orang dewasa sama-sama membeli layangan untuk dimainkan.

"Biasanya ramai saat anak-anak libur sekolah. Mereka banyak bermain layangan, bukan anak-anak saja, orang dewasa juga ada yang membeli," ujarnya.

Nur menilai permainan tradisional tersebut masih memiliki daya tarik bagi masyarakat. Kebiasaan itu juga menjadi sarana berkumpul bersama keluarga dan teman.

Salah seorang anak, Gibran, mengaku lebih senang bermain layangan dan bersepeda pada siang hari. Ia memilih membatasi penggunaan telepon genggam selama liburan.

"Saya membatasi main game di ponsel. Biasanya mainnya malam saja, jadi siangnya main layangan atau main sepeda," katanya.

Menurut Gibran, bermain di luar rumah membuatnya lebih aktif dan sehat. Kegiatan tersebut juga mempererat hubungan dengan teman-teman sebaya.

Warga setempat, Deby, menilai permainan layangan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak. Anak-anak dinilai lebih banyak bergerak dan berinteraksi secara langsung.

Namun, Deby mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan saat bermain layangan. Anak-anak diminta menghindari lokasi yang berdekatan dengan jalan raya.

"Ada sisi positif dan negatifnya. Positifnya, anak-anak jadi punya kegiatan di luar rumah. Tapi negatifnya, kadang mereka bermain terlalu dekat jalan sehingga bisa membahayakan pengendara," tuturnya.

Deby juga mengimbau anak-anak tidak menggunakan benang yang berpotensi membahayakan orang lain. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian bersama.

Permainan layangan dinilai mampu mengurangi ketergantungan anak terhadap telepon seluler. Aktivitas tersebut juga membantu melestarikan permainan tradisional di tengah perkembangan teknologi.

Laporan Hanifa Turrohmah, mahasiswa magang Fakultas Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....