Karang Taruna Jadi Jawaban Kepedulian Remaja Era Digital

  • 29 Apr 2026 21:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • https://www.youtube.com/watch?v=_o0KycaRCIw&t=368s

RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, kepedulian sosial menjadi tantangan bagi generasi muda. Karang Taruna dinilai hadir sebagai ruang yang menjaga keterlibatan remaja di lingkungan masyarakat.

Pandangan itu disampaikan remaja Karang Taruna Margoyoso, Jelita Aura Kartika. Ia berbicara dalam program Spada Pro 2 RRI Palembang edisi Kita Indonesia, Senin, 13 April 2026.

Menurut Jelita, banyak anak muda kini lebih fokus pada aktivitas pribadi. Perkembangan era digital dinilai membuat interaksi sosial semakin berkurang.

“Terkadang orang lebih sibuk dengan dunianya sendiri, apalagi di era digital seperti sekarang,” katanya. Kondisi itu membuat kepedulian terhadap lingkungan perlahan menurun.

Ia menilai Karang Taruna menjadi wadah yang mengingatkan pentingnya peran sosial. Organisasi tersebut mendorong remaja lebih aktif di tengah masyarakat.

“Lewat Karang Taruna, kita diajak untuk lebih peduli dan aktif di lingkungan sekitar,” ujarnya. Kegiatan organisasi dinilai mampu mempererat hubungan sosial.

Berbagai aktivitas rutin dijalankan untuk membangun kebersamaan. Kegiatan seperti gotong royong dan aksi sosial menjadi bagian dari budaya organisasi.

Menurut Jelita, gotong royong tetap relevan di tengah perubahan zaman. Nilai tersebut dianggap penting dalam menjaga solidaritas masyarakat.

“Gotong royong adalah budaya kita yang masih dijaga di Karang Taruna,” tuturnya. Kebiasaan itu memperkuat rasa saling membantu antarwarga.

Karang Taruna juga dinilai menjadi ruang belajar bagi generasi muda. Organisasi itu memberi kesempatan anggota memahami tanggung jawab sosial.

“Karang Taruna menjadi tempat memahami arti kebersamaan dan kontribusi,” katanya. Pengalaman berorganisasi membantu membentuk karakter remaja.

Ia menilai perubahan sosial dapat dimulai dari tindakan sederhana. Langkah kecil yang dilakukan bersama dianggap memiliki dampak luas.

“Hal kecil yang dilakukan bersama sebenarnya memberi pengaruh besar,” ujarnya. Kepedulian sosial disebut tumbuh melalui kebiasaan positif.

Jelita berharap semakin banyak generasi muda ikut terlibat dalam kegiatan sosial. Menurutnya, partisipasi remaja penting untuk membangun lingkungan yang lebih baik.

“Semoga generasi muda terus berkarya dan aktif di masyarakat,” tuturnya. Kepedulian sosial dinilai menjadi modal penting bagi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....