Mengenal Book Hangover dan Cara Mengatasinya
- 08 Apr 2026 14:50 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Fenomena book hangover atau “mabuk buku” kerap dialami pembaca setelah menuntaskan novel yang berkesan. Kondisi ini membuat seseorang sulit kembali ke rutinitas karena masih terbawa suasana cerita yang belum sepenuhnya hilang.
Dilansir dari Once Upon a Book Club, book hangover terjadi ketika pembaca belum mampu melepaskan diri dari dunia fiksi. Perasaan kehilangan karakter dan alur cerita membuat pembaca merasa kosong setelah menutup halaman terakhir buku.
Gejala yang muncul pun beragam, mulai dari terus memikirkan cerita hingga kesulitan memulai buku baru. Sebagian pembaca bahkan merasa kelelahan emosional atau masih membayangkan kelanjutan kisah dalam pikirannya.
Kondisi ini umumnya dipicu oleh cerita kuat dan karakter yang terasa dekat. Dunia cerita yang imersif membuat pembaca enggan meninggalkan pengalaman membaca yang begitu membekas dalam ingatan.
Sementara itu, dilansir dari Book Riot, fenomena ini memiliki dasar psikologis terkait keterikatan emosional pembaca. Peneliti Maja Djikic menyebut perasaan tersebut dapat muncul sebagai bentuk kehilangan terhadap karakter atau dunia cerita.
Konsep emotional transportation juga berperan, yaitu ketika pembaca larut sepenuhnya dalam narasi yang dibaca. Empati yang terbentuk membuat karakter terasa nyata, sehingga sulit dilupakan setelah cerita berakhir.
Untuk mengatasi kondisi ini, Once Upon a Book Club menyarankan pembaca memberi waktu untuk merenungkan cerita. Menulis jurnal atau mencatat perasaan setelah membaca dinilai membantu memproses emosi dan memberikan penutupan.
Selain itu, pembaca dapat mencoba membaca karya lain dari penulis yang sama atau berdiskusi dengan komunitas. Cara lain adalah beralih ke genre berbeda atau membaca cerita pendek agar perlahan kembali ke ritme membaca normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....