Sanggar Ata Serumpun Lestarikan Tari Tradisional

  • 27 Mar 2026 08:00 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang — Sanggar Ata Serumpun terus berupaya melestarikan ragam tari tradisional di Sumatera Selatan. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan tari kepada generasi muda di Palembang.

Pendiri Sanggar Ata Serumpun, Nurjannah, mengatakan, sanggar tersebut berdiri sejak 2013, namun kegiatan latihan tari mulai aktif dilakukan sejak 2015. Hal tersebut Ia ungkapkan saat berbincang di Studio Pro 4 RRI Palembang dalam Obrolan Komunitas pada Rabu, 11 Maret 2026.

Nurjannah mengaku telah menekuni dunia tari sejak duduk di bangku sekolah. Pengalaman tersebut mendorongnya membentuk sanggar tari sendiri.

Sanggar Ata Serumpun membuka pelatihan tari bagi berbagai kelompok usia. Peserta yang belajar menari bahkan dimulai dari anak usia lima tahun.

“Kami menerima peserta mulai usia lima tahun hingga mahasiswa,” katanya. Selain belajar menari, sebagian peserta juga akan tampil dalam berbagai acara seperti pernikahan, penyambutan tamu serta acara resmi pemerintahan.

Nurjannah mengungkapkan minat generasi muda terhadap tari tradisional kini mulai menurun. Banyak anak muda lebih tertarik pada tarian modern yang populer di media sosial.

“Sekarang anak-anak lebih senang menari modern daripada tari tradisional,” ujarnya. Meski demikian masih ada sebagian generasi muda yang tertarik mempelajari tari daerah.

Menurutnya tari tradisional memiliki aturan gerakan yang disebut pakem. Penari harus memahami unsur wiraga, wirama, dan wirasa, ketiga unsur ini menjadi dasar menampilkan tari tradisional.

Beberapa tarian yang diajarkan di sanggar antara lain Tari Gending Sriwijaya, Tari Tanggai, dan Tari Pagar Pengantin. Tarian tersebut sering ditampilkan dalam acara pernikahan maupun kegiatan resmi.

“Tari Tanggai dan Tari Pagar Pengantin paling sering ditampilkan dalam acara pernikahan,” ujarnya. Sementara Tari Gending Sriwijaya biasanya dipentaskan dalam acara penyambutan tamu Agung.

Nurjannah berharap generasi muda tetap mempelajari tari tradisional, karena menurutnya pelestarian budaya harus dilakukan oleh masyarakat sendiri. Ia juga mengajak generasi muda bergabung dengan sanggar tari untuk belajar budaya daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....