Bintang Dangdut Plus, Wadah Talenta dan Budaya Palembang
- 17 Mar 2026 21:10 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP) dan Dewan Kesenian Palembang melalui Komite Musik akan menggelar ajang “Bintang Dangdut Plus” sebagai upaya menghadirkan ruang baru bagi talenta muda sekaligus memperkuat pemahaman budaya lokal.
Ketua Komite Musik Dewan Kesenian Palembang, Muhammad Abdullah atau yang akrab disapa Kak Mo, menjelaskan bahwa ajang ini bukan sekadar lomba menyanyi dangdut biasa. Konsep “plus” yang diusung menjadi pembeda utama dibanding kompetisi serupa yang pernah ada di Palembang.
“Selama ini lomba dangdut hanya fokus pada vokal. Di Bintang Dangdut Plus, peserta juga harus memahami sejarah dan budaya Palembang, serta minimal bisa memainkan alat musik seperti gitar atau keyboard,” ujarnya Kak Mo saat di bincangi RRI, Senin, 16 Maret 2026.
Menurutnya, aspek vokal tetap menjadi penilaian utama, namun pengetahuan budaya dan kemampuan bermusik menjadi nilai tambah yang wajib dimiliki peserta. Hal ini diharapkan mampu melahirkan penyanyi dangdut yang tidak hanya piawai di atas panggung, tetapi juga memiliki wawasan budaya yang kuat.
Kompetisi ini menyasar peserta berusia 17 hingga 25 tahun, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum. Peserta diwajibkan berdomisili di Palembang, dibuktikan dengan KTP atau surat keterangan domisili.
Pelaksanaan ajang akan dimulai pada April mendatang, diawali dengan audisi di 18 kecamatan di Kota Palembang. Dari tahap tersebut, akan dipilih 20 peserta terbaik untuk mengikuti karantina hingga grand final yang direncanakan berlangsung pada Juni, bertepatan dengan peringatan hari jadi Kota Palembang.
“Palembang ini sebenarnya banyak sekali talenta dangdut, terutama dari kalangan anak muda. Hanya saja selama ini kurang wadah atau ajang untuk menyalurkannya,” kata kak Mo.
Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia akan melibatkan dewan juri dari berbagai unsur, mulai dari praktisi vokal, perwakilan Dewan Kesenian, Dinas Kebudayaan, hingga seniman lokal yang memahami sejarah dan budaya Palembang.
Sementara itu, lokasi grand final direncanakan berlangsung secara terbuka (outdoor), dengan opsi di kawasan Lawang Borotan atau di aula TVRI, yang saat ini masih dalam tahap pembahasan.
Ke depan, Kak Mo berharap ajang ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas musik dangdut serta mendorong lahirnya lebih banyak kegiatan serupa di Palembang, khususnya bagi generasi muda yang memiliki minat di dunia tarik suara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....