Diklat dan Pengukuhan, Teater Satu Dua Siap Berkarya
- 24 Feb 2026 21:57 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang – Sebanyak 29 anggota ekstrakurikuler (eskul) Teater Satu Dua SMPN 12 Palembang mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) sekaligus pengukuhan anggota perdana di lingkungan sekolah, Selasa 17 Februari 2026.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Achida. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kehadiran eskul teater dapat membina bibit-bibit muda seni yang berprestasi dan membanggakan, baik bagi pribadi siswa, keluarga, maupun sekolah.
“Dengan adanya eskul teater ini, kami berharap siswa memiliki wadah untuk menekuni bakat di dunia akting dan seni pertunjukan. Semoga ke depan lahir generasi seni yang membanggakan sekolah,” ujarnya saat berbincang dengan RRI, Selasa 24 Februari 2026.
Pelatih eskul Teater Satu Dua, Wak Dolah, menjelaskan bahwa 29 anggota yang dikukuhkan telah menempuh proses pelatihan selama enam bulan. Eskul yang berdiri sejak Juli 2025 itu awalnya diikuti sekitar 290 pendaftar.
“Tidak ada seleksi ketat, tetapi melalui proses seleksi alam. Setelah enam bulan pembinaan rutin, kini tersisa 29 anggota yang benar-benar konsisten dan berkomitmen,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan diklat, para peserta juga mendapatkan mentoring dari sejumlah perwakilan teater sekolah, di antaranya Teater Askuter dari SMK Muhammadiyah 1, Teater Gema dari SMKN 1, Teater Kalima dari SMKN 5, Teater Terkam dari SMKN 6, serta Teater Wong Gerot.
| Baca juga: Novel Piranesi, Fantasi Sunyi Penuh Misteri |
Teater Satu Dua berencana menggelar pentas tunggal perdana pada Mei 2026 mendatang di Graha Taman Budaya Sriwijaya. Pentas tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju eskul teater sekolah yang penuh karya dan prestasi.
Kepala SMPN 12 Palembang, Suparman Sunaryo, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, meski baru dibentuk, eskul teater sudah menunjukkan aktivitas positif.
“Anggota sudah mampu membuat beberapa film pendek, tampil dalam pertunjukan pantomim bersama sejumlah sekolah, serta menggelar pentas kecil di sekolah. Kami berharap kegiatan ini dapat mengurangi ketergantungan siswa pada gawai dan menjauhkan mereka dari perilaku negatif seperti kenakalan remaja, perundungan, dan narkoba,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Eskul Teater Satu Dua, Vina Azzahra Rizuki, mewakili rekan-rekannya mengaku senang dan antusias mengikuti rangkaian diklat yang berlangsung dari pagi hingga sore hari. Meski melelahkan, pengalaman tersebut menjadi kenangan berharga.
“Kami mengikuti enam sesi kegiatan, mulai dari hiking di sekitar sekolah, pengenalan teater di ruang diklat, permainan yel-yel, social experiment berakting di sepanjang Jalan Mataram Kertapati, mencari pin, tes mental, hingga pengukuhan. Rasanya capek, tapi seru dan menyenangkan,” katanya.
Bagi Vina dan sejumlah anggota kelas IX, momen pengukuhan ini menjadi kenangan terakhir sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Mereka berharap Teater Satu Dua terus berkembang dan melahirkan karya-karya yang menginspirasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....