Khawla Archery Squad Gaungkan Olahraga Memanah dan Berkuda

  • 23 Feb 2026 21:57 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang — Olahraga sunnah kini menjadi gaya hidup muslimah masa kini di Sumatera Selatan. Hal itu digaungkan Khawla Archery Squad (KHAS) dalam program Obrolan Komunitas RRI Palembang pada Kamis, 19 Februari 2026.

Komunitas ini merupakan klub panahan dan berkuda khusus akhwat (perempuan) pertama di Sumatera Selatan. Khawla Archery Squad resmi berdiri pada 6 Februari 2022.

Ketua KHAS, Wenny Tri Andini, menjelaskan cikal bakal komunitas sudah ada sejak 2020. Saat itu, beberapa muslimah rutin berlatih panahan bersama di tengah pandemi.

“Kami merasa perlu ruang khusus akhwat untuk berlatih dengan nyaman,” ujar Wenny. Dari kesepakatan itu, komunitas resmi dibentuk di bawah naungan Perkumpulan Pemanah Berkuda Sumsel (Perdana Sumsel).

Menurut Wenny, visi utama komunitas adalah menyehatkan tubuh sekaligus meneladani sunnah Rasulullah. Ia menegaskan panahan bukan sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari ibadah.

“Sebelum memanah, kami dianjurkan berwudu dan meluruskan niat,” katanya. Ia menambahkan memanah mengajarkan ketenangan, fokus, dan pengendalian diri.

Anggota KHAS yang turut hadir di Studio Pro 4, Cindy Afrinantica dan Deri Rita, mereka mengaku bergabung sejak 2022. Cindy menuturkan, Ia merasakan perubahan positif setelah rutin mengikuti latihan.

“Memanah melatih saya lebih sabar dan menahan ego,” ujar Cindy. Ia juga mengaku semakin yakin bahwa hasil akhir tetap atas izin Allah.

Hal serupa disampaikan oleh Deri Rita, Ia menilai olahraga sunnah membangun mental sekaligus spiritual. “Latihan bagus belum tentu menang, semua atas kehendak Allah,” ungkapnya. Ia juga menyebut pengalaman lomba membuatnya untuk tidak jumawa dan melatih diri agar lebih rendah hati.

Latihan rutin digelar setiap hari Minggu di kawasan Sriwalk Palembang. Selain latihan teknik, komunitas juga menghadirkan pelatih dan sesi mentoring.

Selama 4 tahun ini KHAS telah menggelar dua event khusus akhwat pada 2023 dan 2024. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Selain olahraga, KHAS juga aktif dalam kegiatan sosial. Mereka pernah mengadakan donasi untuk Palestina dan korban banjir Sumatera.

Wenny menegaskan keanggotaan terbuka bagi muslimah berbagai usia. Anggota termuda bahkan masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

“Panahan tidak mengenal batas usia, semua bisa belajar,” ujarnya. Ia berharap semakin banyak muslimah berani mencoba olahraga sunnah.

KHAS mengajak muslimah untuk tidak ragu memulai langkah pertama. Mereka menilai olahraga sunnah mampu menjadi sarana sehat, berdaya, dan bernilai ibadah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....