PENA Hadirkan Antologi Mimpi Tak Terbatas

  • 26 Nov 2025 11:14 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Delapan siswa SMAN 22 Palembang dari kelas XI dan XII yang tergabung dalam komunitas literasi PENA (Pengembangan Ekspresi Narasi Anak), yaitu Amalia Maharani, Raysha Oktavia, Alsya Azizara Camelia, Nasywa Sahara, Zakiyah Kiranda, Elsa Valensia, Sri Khumaira, dan Ananda Maiza, meluncurkan karya antologi cerpen remaja berjudul “Mimpi Yang Tak Terbatas”. Buku ini menjadi wadah ekspresi bagi para penulis muda untuk menghadirkan cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan mereka sebagai remaja.

Mimpi Yang Tak Terbatas berisi kisah perjalanan emosional tentang persahabatan, pencarian jati diri, dan dinamika kehidupan masa sekolah. Melalui cerita seperti “Tiga Sahabat”, “Diary Masa Sekolah”, dan “Teman Sebangku”, pembaca diajak menyelami suka duka remaja yang penuh warna, mulai dari kehangatan pertemanan, konflik batin, hingga mimpi-mimpi yang mulai tumbuh di tengah tantangan. Cerpen lain seperti “Pilihanku”, “Janji di Bawah Pohon Angsana”, hingga “Kembali Pada Dirimu” menghadirkan sisi emosional yang lebih dalam tentang cinta pertama, perpisahan, dan harapan yang tidak selalu berjalan mulus.

Setiap cerita dalam buku ini ditulis dengan gaya yang mengalir dan mudah dipahami, mencerminkan suara, kegelisahan, dan kejujuran khas generasi muda. Antologi ini bukan hanya hiburan, tetapi juga cermin bagi para remaja yang sedang mencari makna hidup di tengah pergolakan emosi dan impian yang terus berkembang. “Mimpi Yang Tak Terbatas” menjadi pengingat bahwa setiap mimpi, sekecil apa pun, layak diperjuangkan.

Guru pembimbing literasi SMAN 22 Palembang, Choiria, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas karya perdana komunitas PENA ini.

“Antologi cerpen ini adalah pencapaian yang luar biasa. Melalui PENA, saya berusaha menemukan dan melatih bakat terpendam di bidang literasi. Setiap cerpen punya kelebihan dan kelemahannya sendiri, tetapi secara keseluruhan saya merekomendasikan buku ini sebagai bahan bacaan. Semoga semakin banyak karya siswa yang bisa diterbitkan ke depannya,” ujarnya kepada RRI, Rabu (26/11/2025).

Salah satu penulis, Raysha Oktavia, mengungkapkan rasa senangnya dapat terlibat dalam pembuatan buku ini.

“Saya merasa senang diberi kesempatan mengekspresikan imajinasi melalui tulisan. Jika ada kekurangan dalam bahasa penulisan, saya mohon maaf. Semoga komunitas PENA menjadi komunitas yang kreatif, inovatif, dan terus membanggakan SMAN 22 Palembang,” tuturnya.

Penulis lainnya, Alsya Azizara Camelia, turut menyampaikan rasa bangga atas karya bersama ini.

“Bagi saya, antologi ini menjadi wadah untuk menuangkan ide cerpen dan tempat belajar untuk berkembang dalam dunia kepenulisan. Komunitas PENA berperan besar, dan kami berharap dapat terus berkembang hingga menghasilkan karya-karya lain seperti puisi maupun mini novel,” katanya.

Salah satu penulis lain, Nasywa Sahara juga membagikan pengalaman pribadinya selama mengikuti proses penerbitan antologi ini.

“Sejak kecil saya memang suka membaca berbagai buku cerita serta sering menulis beberapa cerita imajinasi saya, namun itu sudah sangat lama tidak saya lakukan lagi karena fokus akademik. Sebagai peserta PENA, saya merasa sangat beruntung dapat bergabung dalam wadah yang membantu saya menemukan dan mengembangkan kemampuan menulis. Melalui proses penyusunan antologi ‘Mimpi Yang Tak Terbatas’, saya belajar untuk lebih percaya diri dalam berkarya dan berani menyampaikan gagasan. Saya berharap PENA dapat terus menjadi ruang tumbuh bagi para penulis muda di SMAN 22 Palembang,” ungkapnya.

Pihak sekolah melalui PLT Kepala Sekolah Marnot Silitonga, S.Pd, dan Wakil Kesiswaan Sutrisno, M.Pd, memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan literasi siswa dan berharap keberhasilan ini dapat menginspirasi lebih banyak karya dari para pelajar SMAN 22 Palembang.

Dengan terbitnya “Mimpi Yang Tak Terbatas”, para siswa SMAN 22 Palembang berhasil menuangkan kreativitas dan keberanian untuk berkarya. Antologi ini menjadi catatan perjalanan imajinasi para penulis muda, sekaligus bukti semangat literasi di kalangan pelajar yang terus tumbuh dan berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....