Relawan Medis, Garda Depan di Setiap Laga

  • 03 Nov 2025 21:06 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Menjadi relawan tenaga kesehatan bukan hanya soal memberi pertolongan pertama, tapi juga soal pengabdian. Hal ini dirasakan oleh M. Raihan, relawan muda yang bertugas saat laga Sriwijaya FC melawan Persikad Depok, Minggu (2/11/2025).

Raihan mengisahkan pengalamannya kepada RRI usai pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. “Awalnya saya masuk lewat jalur PMI Palembang untuk menambah pengalaman,” ujarnya dengan semangat.

Keaktifannya di Palang Merah Indonesia menjadi pintu awal terlibat dalam kegiatan besar, termasuk pertandingan olahraga. Kini, ia rutin bertugas sebagai tenaga medis di berbagai agenda olahraga di Kota Palembang.

Raihan menuturkan bahwa menjadi tenaga kesehatan di lapangan tidaklah mudah dan butuh kesiapsiagaan tinggi. Ia harus fokus memantau kondisi pemain, ofisial, bahkan penonton yang mungkin mengalami gangguan kesehatan.

“Kadang pemain cedera atau kram otot, jadi kami harus sigap bergerak,” jelasnya. Waktu yang terbatas membuat respons cepat jadi kunci utama dalam tugas lapangan.

Meski penuh tekanan, ia tetap menikmati peran tersebut karena bisa membantu orang lain secara langsung. “Apalagi kalau Sriwijaya FC main, semangatnya luar biasa, bikin saya ikut bangga,” katanya berbinar.

Selain keterampilan medis, relawan juga harus mampu berkoordinasi dengan panitia dan tim keamanan. Raihan mengaku selalu menjaga komunikasi melalui radio agar tindakan bisa segera dilakukan.

“Kami siap jika ada pemain jatuh atau penonton pingsan, semua harus sesuai prosedur,” lanjutnya. Hal ini menunjukkan pentingnya kerja tim yang terstruktur dan sigap di setiap pertandingan.

Ia berharap lebih banyak anak muda terlibat dalam kegiatan kemanusiaan seperti ini. “Relawan itu bukan cuma tugas, tapi bentuk kepedulian dan latihan kerja cepat di bawah tekanan,” tutup Raihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....