Membaca Buku: Menumbuhkan Empati dan Kualitas Diri

  • 28 Agt 2025 15:42 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Membaca buku sering disebut sebagai jendela dunia. Ungkapan ini memang tidak berlebihan, sebab melalui membaca, seseorang dapat memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir, sekaligus memperkaya pengalaman batin. Di era digital, kebiasaan membaca mulai tergeser oleh gawai, padahal buku memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kualitas diri.

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh National Literacy Trust (2022) dalam Annual Literacy Survey, bahwa kebiasaan membaca secara rutin dapat meningkatkan konsentrasi, memperkuat daya ingat, serta menumbuhkan empati terhadap orang lain. Namun, di Indonesia, tingkat literasi masyarakat masih tergolong rendah. Menurut data dari UNESCO dalam laporan Reading in the Age of Digital Culture (2016), bahkan menyebutkan bahwa minat baca di Indonesia hanya sekitar 0,001 persen, artinya dari 1.000 orang, hanya 1 orang yang benar-benar memiliki kebiasaan membaca.

Adapun manfaat dari membaca buku adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan Pengetahuan dan Wawasan

    Menurut Kemendikbudristek dalam laporan Indeks Aktivitas Literasi Membaca (2021), Kemendikbudristek menekankan bahwa membaca buku memperluas pengetahuan serta membentuk kualitas sumber daya manusia yang unggul. Menurut Stephen Krashen (2004) dalam jurnal The Power of Reading: Insights from the Research (2nd ed.), menjelaskan bahwa membaca adalah salah satu cara paling efektif untuk menambah pengetahuan lintas bidang dan budaya.

  2. Melatih Kemampuan Berpikir Kritis

    Penelitian yang dipublikasikan oleh National Literacy Trust (2022) dalam Annual Literacy Survey: Children and Young People’s Reading Habits, menjelaskan bahwa membaca buku, khususnya nonfiksi dapat melatih otak untuk menganalisis, membandingkan, dan menarik kesimpulan. Kemampuan berpikir kritis ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern.

  3. Mengurangi Stres dan Menyehatkan Mental

    Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. David Lewis dari University of Sussex, Mindlab International (2009) dalam Galaxy Stress Research, menunjukkan bahwa membaca selama enam menit saja dapat menurunkan tingkat stres hingga 68 persen. Aktivitas ini dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang dan fokus.

  4. Menumbuhkan Empati

    Menurut UNESCO (2016) dalam Global Report on Culture for Sustainable Development, menjelaskan bahwa membaca karya sastra atau novel membuat pembaca ikut merasakan emosi dan kehidupan tokoh dalam cerita. Hal ini dapat menumbuhkan empati dan memperkuat hubungan sosial.

Di tengah derasnya arus informasi media sosial, meluangkan waktu untuk membaca buku menjadi tantangan tersendiri. Namun, membangun kebiasaan ini bisa dimulai dari hal sederhana, seperti membaca 10–15 menit sebelum tidur atau membawa satu buku ke mana pun pergi. Dengan konsistensi, membaca akan menjadi bagian dari gaya hidup sehat bagi pikiran.

Membaca buku bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang, melainkan investasi jangka panjang bagi diri sendiri. Pengetahuan, keterampilan, serta empati yang diperoleh dari membaca akan berpengaruh langsung pada kualitas hidup. Seperti yang diungkapkan oleh Francis Bacon dalam esainya Of Studies (1597), “Membaca membuat seseorang penuh, berdiskusi membuatnya siap, dan menulis membuatnya tepat".

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....