Kosti Sumsel Lestarikan Onthel, Satukan Hobi dan Persaudaraan
- 02 Jun 2025 15:56 WIB
- Palembang
KBRN, palembang: Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Sumatera Selatan terus memainkan peran penting dalam menyatukan para pencinta dan penggiat sepeda onthel di Bumi Sriwijaya. Dalam episode terbaru Podcast RRI Palembang bertajuk "Sepeda Onthel Riwayatmu Kini," Ketua Kosti Sumsel, Ansori Toyib (Bang Anto) dan Sekretaris Kosti Sumsel Aan Kurniawan berbagi kisah dan visi komunitas unik ini.
Bang Anto menjelaskan, Kosti Sumsel dibentuk pada tahun 2010, sebagai bagian dari gerakan Komunitas Sepeda Tua Indonesia yang telah eksis sejak 2008. Hadirnya Kosti menjadi wadah pemersatu bagi berbagai komunitas kecil sepeda tua yang sebelumnya tersebar di Palembang dan sekitarnya. Alasan utama terbentuknya Kosti adalah untuk mendorong minat terhadap sepeda tua yang dianggap unik dan bernilai sejarah, sekaligus menggali kenangan masa lalu dan merasakan pengalaman bersepeda ala leluhur.
"Dengan adanya beberapa komunitas kecil di Sumsel, kami berupaya menyatukan menjadi komunitas atau paguyuban sepeda se-Sumatera Selatan. Kosti ini diharapkan jadi wadah silaturahmi antar penyuka dan penggiat sepeda tanpa melihat jabatan, strata ekonomi dan usia dapat bergabung di Kosti," ujar Bang Anto dalam wawancara di Podcast RRI Palembang edisi Juni, Senin (2/5/2025).
Kosti secara rutin menggelar berbagai agenda yang menyatukan para pencinta onthel, mendorong keterlibatan anggota dalam kegiatan positif dan menjaga kesehatan. Pertemuan rutin diadakan setiap Minggu pagi di Bundaran Air Mancur depan Masjid Agung Palembang, seringkali dilanjutkan dengan silaturahmi dan sarapan bersama di berbagai lokasi. Kosti Sumsel dan Palembang juga aktif berpartisipasi dalam event nasional seperti Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas), serta terlibat dalam kegiatan sosial dan membantu sesama melalui sepeda.
"Kalau kopdar atau ketemuan rutin seminggu sekali, tepatnya hari Minggu pagi di sekitar Air Mancur depan Masjid Agung Palembang," jelas Bang Anto.
Namun, pengembangan komunitas ini bukannya tanpa tantangan. Menurut Sekretaris Kosti Sumsel, Aan Kurniawan, salah satu tantangan terbesar adalah mengajak generasi muda yang lebih tertarik pada sepeda modern untuk mengenal dan mencintai sepeda tua. Selain itu, kesulitan dalam mencari dan merawat sepeda tua yang semakin langka dan orisinal juga menjadi perhatian.
"Harapan kami untuk generasi muda agar banyak yang tahu dan mau bergabung ke dalam komunitas ini. Kami terus mengedukasi generasi muda tentang keunikan onthel dan cara merawatnya," harap Aan, menegaskan komitmen untuk melestarikan kebersamaan di dalam komunitas.
Ia menambahkan, filosofi di balik penggunaan sepeda tua adalah simbol kebersamaan dan silaturahmi, serta mengajak generasi muda memahami sejarah dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kosti Sumatera Selatan bukan hanya sekadar komunitas hobi, melainkan wadah yang merawat budaya dan sejarah, sekaligus membangun kebersamaan dan kebahagiaan. Melalui beragam jenis sepeda tua yang dimiliki anggotanya, Kosti menjadi simbol bahwa satu sepeda bisa menyatukan banyak orang, menjalin silaturahmi, dan menciptakan kebahagiaan dalam semangat gotong royong.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....