Peringatan Hari Sepeda Sedunia: Ajak Gaya Hidup Sehat
- 02 Jun 2025 14:46 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Para penggiat dan pemerhati sepeda di seluruh dunia, termasuk di Palembang, bersiap memperingati Hari Sepeda Sedunia 2025 yang jatuh setiap tanggal 3 Juni. Hari penting ini, yang ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada April 2018, mengakui sepeda sebagai sarana transportasi berkelanjutan yang sederhana, terjangkau, andal, bersih, ramah lingkungan, serta mendorong pengelolaan lingkungan dan kesehatan, seperti dilansir dari keterangan WHO.
Di Palembang, Ansori Toyib, Ketua Komunitas Sepeda Tua (Kosti) Sumatera Selatan yang akrab disapa Bang Anto, memaknai Hari Sepeda Sedunia sebagai simbol mobilitas ramah lingkungan yang mendorong gaya hidup sehat. Bersepeda, menurutnya, juga merawat kesetaraan sosial dan membangun kesadaran transportasi alternatif. Peringatan ini menjadi momentum untuk mendorong pemerintah dan masyarakat agar lebih serius menyediakan infrastruktur sepeda, seperti jalur khusus, parkiran, dan sistem transportasi terintegrasi.
"Satu pedal bisa menggerakkan perubahan. Sepeda bukan hanya alat, tapi juga sikap hidup. Dan sepeda dapat menyatukan kebersamaan dalam satu komunitas atau sesama penggiat sepeda," ujar Bang Anto, Senin (2/5/2025).
Senada, Amir Rena atau Amir Jadoel/Amir Radio selaku Ketua Kosti Palembang, melihat sepeda sebagai ajang hobi dan olahraga yang membawa kebahagiaan melalui interaksi antar penghobi. Ia mengajak seluruh komunitas untuk lebih semangat mencintai dan melestarikan olahraga sepeda, khususnya sepeda lawas atau onthel.
"Yang jelas dalam memperingati hari sepeda sedunia, kami mengajak para penggiat sepeda di mana pun berada untuk lebih semangat dalam mencintai dan melestarikan olahraga sepeda, khususnya sepeda lawas atau onthel," ajak Amir.
Ketertarikan pada sepeda juga dirasakan oleh Eko, seorang pencinta olahraga sepeda. Ia mengaku menyukai bersepeda sejak usia 8 tahun dan menyimpan kenangan indah dengan sepeda onthel pemberian kakeknya saat SMP. Bagi Eko, sepeda adalah alat transportasi yang menyenangkan dan menyehatkan, melatih otot, mengurangi ketergantungan bahan bakar, sekaligus sarana mempererat silaturahmi.
"Suka dengan sepeda semenjak usia delapan tahun dan waktu sekolah SMP senang memakai sepeda kakek saya (onthel). Dengan memperingati Hari Sepeda se-Dunia selain menambah pertemanan (dalam komunitas) dan juga bisa mendapatkan kesehatan karena bersepeda juga termasuk berolahraga," kata Eko sambil menunjukkan koleksi sepedanya.
Peringatan Hari Sepeda Sedunia ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk memilih sepeda sebagai pilihan transportasi, bukan hanya demi kesehatan pribadi, tapi juga demi lingkungan yang lebih bersih dan kota yang lebih ramah pesepeda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....