Film Dulmuluk Dulmalik, Horor Komedi yang Mengangkat Kesenian Sumsel
- 16 Jun 2024 12:36 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang : Film bergenre horor komedi yang mengangkat tentang legenda kesenian Sumatera Selatan, Dulmuluk, akan segera dirilis. Film yang berjudul "Dulmuluk Dulmalik" ini akan ditayangkan secara perdana pada Kamis (20/6/2024) di XXI OPI Mall Palembang.
Film yang disutradarai oleh Aditya Gumay ini dibintangi oleh deretan aktor dan aktris terkenal seperti Anwar Fuadi yang memerankan Dulmuluk, Meriam Belina sebagai Janda Kampung Cantik, Aty Lander sebagai Yuk Zubaidah, serta bintang tamu khusus, Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni. Kepala Dinas Kebudayaan dan Provinsi Sumatera Selatan, Aufa Syahrizal, menyampaikan rasa bangganya terhadap film "Dulmuluk Dulmalik".
"Dulmuluk ini menjadi warisan budaya tak benda di Indonesia, jadi saya dan kita semua harus bangga terhadap kesenian Dulmuluk ini," ungkapnya melalui kanal YouTube SMAN Sumatera Selatan.
Aufa juga merasa bangga terhadap Anwar Fuadi, putra daerah asli Sumatera Selatan, yang menjadi bagian penting dalam film tersebut.
"Saya dan Dinas Pariwisata Sumsel merasa bangga dengan Pak Anwar Fuady ini, putra daerah yang melestarikan budaya Sumsel dan berkenan mengangkat budaya di Palembang melalui cerita tentang Dulmuluk dan Dulmalik," tambahnya.
Anwar Fuadi turut membagikan perasaannya terkait film "Dulmuluk Dulmalik".
"Saya berniat di sisa hidup saya berbuat sesuatu untuk Sumsel, yaitu membuat film berbahasa Palembang. Semua bintang filmnya berbahasa Palembang. Ada Meriam Belina, Roy Marten, Dwi Yan, semua berbahasa Palembang. Pj Gubernur juga ikut bermain di film tersebut. Saya harap mendapat dukungan dari Sumatera Selatan," tambahnya.
Anwar mengisahkan alasan mengangkat cerita Dulmuluk.
"Ini karena Dulmuluk telah menjadi legenda, agar tetap lestari dan tidak hilang makanya diangkat cerita tentang Dulmuluk ini," pungkasnya.
Sementara itu, Aditya Gumay, sang sutradara, merasa bangga menjadi bagian dari proses syuting "Dulmuluk Dulmalik" ini. Ia memuji akting bintang film senior, Meriam Belina, yang cukup piawai berbahasa Palembang.
"Saya merasa tidak menemukan kesulitan dalam mengarahkan bahasa Palembang kepada seluruh pemain, terutama Meriam Belina. Mendalami peran merupakan bagian dari profesionalisme mereka. Meriam Belina tekun sekali belajar dan mendalami dialog berbahasa Palembang," katanya.
"Ada satu pesan juga di dalam film ini yaitu mengedukasi anak-anak muda agar tidak membuli atau anti-bullying. Semoga menjadi pembelajaran untuk generasi muda agar tidak mem-bully," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....