Kesenian Dul Muluk, Teater Tradisional yang Semakin Ditinggalkan
- 21 Mar 2024 00:51 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Dul Muluk, sebuah nama yang mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Teater tradisional khas Palembang ini terinspirasi dari kisah Abdul Muluk Jauhari. Kesenian ini dulunya begitu digemari masyarakat, namun kini terancam punah.
Dul Muluk lahir dari pembacaan Syair Abdul Muluk yang dibawa oleh Wan Bakar, seorang pedagang keturunan Arab, ke Palembang pada abad ke-20. Kisah Abdul Muluk yang penuh petualangan dan pantun jenaka ini kemudian dikemas dalam bentuk pertunjukan teater yang unik. Dul Muluk memiliki ciri khas tersendiri, seperti, dimainkan oleh laki-laki, termasuk peran perempuan, diiringi musik gambus dan terbangan, pemain dituntut untuk dapat bernyanyi dan menari serta harus dipenuhi dengan pantun-pantun jenaka.
Dilansir dari pariwisataindonesia.id, Dul Muluk memiliki masa kejayaan dan juga kemunduran yang terjadi saat ini. Pada masa kejayaannya, pertunjukan Dul Muluk selalu ramai dikunjungi masyarakat karena menjadi hiburan rakyat yang murah dan mudah diakses.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman, minat masyarakat terhadap Dul Muluk semakin menurun. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antaralian munculnya hiburan modern yang lebih menarik, kurangnya regenerasi pemain Dul Muluk, dan juga kurangnya dukungan dari pemerintah. Akibatnya, Dul Muluk kini terancam punah. Hanya beberapa kelompok Dul Muluk yang masih aktif di Palembang dan sekitarnya.
Meskipun terancam punah, masih ada upaya untuk melestarikan Dul Muluk, antara lain, mengadakan pertunjukan Dul Muluk di sekolah-sekolah dan komunitas, melatih generasi muda untuk menjadi pemain Dul Muluk dan memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok Dul Muluk.
Dul Muluk adalah warisan budaya yang perlu dilestarikan. Kesenian ini memiliki nilai budaya tinggi dan dapat menjadi identitas Kota Palembang. Dengan upaya bersama, Dul Muluk dapat diselamatkan dari kepunahan dan kembali menjadi kebanggaan masyarakat Palembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....