NAZA Pecahkan Rekor Standing Ovation Terlama di Venice Film Festival

  • 12 Sep 2026 08:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Film dokumenter NAZA menciptakan sejarah baru dengan meraih standing ovation selama 24,5 menit, rekor terlama di Venice Film Festival 2026.
  • Durasi standing ovation NAZA melampaui rekor sebelumnya sebesar 22 menit yang dipegang oleh The Voice of Hind Rajab dari Venice Film Festival 2025.
  • Sutradara Yuval Abraham dan Rachel Szor menampilkan emosi mendalam saat menerima sambutan penonton yang juga diiringi pengibaran bendera Palestina.

RRI.CO.ID, Palembang - Film dokumenter NAZA karya sutradara Yuval Abraham dan Rachel Szor memecahkan rekor standing ovation terlama di Venice Film Festival 2026. Dilansir dari Variety, film yang diputar pada Rabu, 10 September 2026 itu mendapat tepuk tangan selama 24,5 menit setelah pemutaran berakhir.

Durasi tersebut mengalahkan rekor 22 menit yang dicatat The Voice of Hind Rajab pada Venice Film Festival 2025. Yuval Abraham dan Rachel Szor tampak emosional saat menerima sambutan, yang juga diwarnai pengibaran sejumlah bendera Palestina.

Film menghadirkan kesaksian dari 24 perwira dan prajurit intelijen militer Israel yang terlibat dalam pengawasan serta operasi militer di Gaza. Para narasumber berbicara secara anonim dengan suara dan tampilan yang diubah untuk melindungi identitas mereka.

Judul NAZA diambil dari istilah dalam intelijen Israel yang digunakan untuk menyebut perkiraan jumlah warga sipil yang akan tewas dalam sebuah serangan udara. Film ini juga membahas penggunaan AI untuk menentukan target, penembakan di lokasi distribusi bantuan makanan, hingga serangan terhadap warga Palestina di rumah mereka.

Dalam wawancara dengan Variety di Venice, Yuval Abraham mengatakan bahwa dirinya dan Rachel Szor ingin melihat bagaimana sistem militer bekerja melalui orang-orang yang pernah menjadi bagian di dalamnya. “As Israelis, we found ourselves wanting to use the kind of position that we have, the access that we have to our own society, to people that went into the military, to look at that system,” kata Yuval Abraham.

Film ini dikerjakan selama tiga tahun dan diproduksi secara rahasia untuk menjaga keamanan proses pengambilan gambar serta para narasumber. Yuval Abraham yang juga bekerja sebagai jurnalis investigasi mengatakan dirinya telah memiliki jaringan sumber dari pekerjaan sebelumnya.

Rachel Szor mengatakan wawancara dengan para narasumber dilakukan di atap gedung di Tel Aviv pada malam hari. “Cinematically we knew that the people would need to be disguised,” ujar Rachel Szor.

Gambar dari Gaza hanya ditampilkan dalam jumlah terbatas dan baru lebih banyak terlihat menjelang akhir film. Yuval Abraham mengatakan pendekatan tersebut terinspirasi dari The Zone of Interest karya Jonathan Glazer, yang juga menjadi produser eksekutif NAZA.

NAZA menjadi satu-satunya film dokumenter yang masuk kompetisi utama Venice Film Festival tahun ini. Yuval Abraham dan Rachel Szor berharap film tersebut nantinya bisa diputar di Israel dan membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat kembali apa yang terjadi di Gaza.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....