Tangis Haru Warnai Screening Film Baby Udon di Palembang
- 23 Agt 2026 12:25 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Film Drama Baby Udon yang diangkat dari kisah nyata Fanny Kondoh dan Almarhum Hajime Kondoh berhasil menyentuh emosi ratusan penonton di screening Palembang.
- Screening diselenggarakan di OPI Mall XXI Palembang pada Sabtu 22 Agustus 2026 dengan durasi film 1 jam 55 menit.
- Dua pemeran utama Caitlin Halderman (Fanny Kondoh) dan Denny Sumargo (Hajime Kondoh, sekaligus produser) hadir langsung bersama Fanny Kondoh untuk menemui ratusan penonton.
RRI.CO.ID, Palembang- Ratusan penonton yang hadir dalam screening Film Drama Baby Udon di Palembang tampak menangis haru. Film berdurasi 1jam 55 menit diangkat dari kisah nyata Fanny Kondoh istri dari Almarhum Hajime Kondoh yang menjadi tokoh utama film.
Screening di Palembang digelar di OPI Mall XXI, Sabtu, 22 Agustus 2026 dihadiri dua pemeran utama Caitlin Halderman yang memerankan Fanny Kondoh, Denny Sumargo yang berperan sebagai Hajime Kondoh sekaligus produser film. Selain itu sosok inspirasi film Fanny Kondoh sebagai pemilik kisah nyata juga hadir menyapa ratusan penonton.
Penonton yang ramai hadir di OPI Mall XXI menyampaikan rasa haru di akhir cerita. Tidak sedikit dari mereka yang menangis hingga berurai air mata bahkan terlihat berkali- kali menyeka tetesan air yang mengalir di pipi para penonton.
“Saya bersama kakak perempuan turut hadir dalam Screening di OPI MALL XXI ini. Awalnya banyak candaan dalam film tersebut, tetapi di akhir- akhir film membuat saya menangis,” ungkap Desti masih menyeka air mata saat ditanya RRI.CO.ID usai menonton Film Baby Udon.
Desty yang menyampaikan rasa harunya pada para pemain diakhir sesi akhirnya mendapatkan pelukan hangat dari Caitlin Halderman. Menurutnya akting sebagai Fanny Kondoh sangat cocok dan memiliki keterikatan dengan Denny Sumargo yang memerankan Hajime Kondoh.
“Ada dua adegan yang membuat saya terharu menangis terus tidak berenti. Pertama saat Kondo-san (Hajime) menerima panggilan video dari anak- anaknya di Jepang kemudian adegan saat menitipkan calon anak dan istri ke Allah yang akhirnya meninggal dunia,” ungkap Desti yang berkerja sebagai guru sekolah.
Selain Desti penonton lainnya juga merasa haru. Meskipun tidak berurai air mata, namun kisah Film Baby Udon hampir sama dengan kisah pernikahannya yang ditinggal suami untuk selama-lamanya.
“Saya kehilangan suami akhir tahun lalu. Rasanya sakit dan sedih, namun saya sebagai istri harus membuktikan janji pada alm suami untuk tetap kuat jalani hidup,” ungkap Jeane Fitria yang merupakan seorang jurnalis.
Pameran Hajime Kondoh, Denny Sumargo atau dikenal Densu membutuhkan waktu tiga bulan untuk memahami karakter Hajime Kondoh. Menurutnya karakter Hajime tidak hanya green flag namun juga sosok yang bertanggung jawab.
“Secara fisik saya dengan Hajime spesifik banget, tetapi kalau mau cari yang persis banget karakter Hajime pasti sulit. Akhirnya keputusan banyak pihak memaksa saya untuk turun main,” sambungnya.
Tiga bulan memahami karakter Hajime, diungkapkan Densu dengan memasukan semua dialog -dialog Hajime semasa hidup. “Termasuk saat Hajime menghadapi sakaratul maut saya masukan dalam film agar menjadi nyata bagi penonton,” tutur Densu.
Denny Sumargo selaku pemeran utama sekaligus produser dari Sumargo Films mengungkapkan rasa takjubnya atas keramahan masyarakat Kota Pempek. "Luar biasa sekali energi dan sambutan dari warga Palembang hari ini,” kata Densu.
Melihat antusiasme teman-teman di Sumatra yang begitu besar menyambut film Baby Udon membuat Densu semakin yakin bahwa pesan ketulusan cinta dan perjuangan hidup ini bisa sampai ke lubuk hati penonton. “Semoga film ini bisa menghangatkan hati seluruh masyarakat Palembang," ungkap Denny Sumargo.
Fanny Kondo selaku pemilik kisah nyata mengharapkan film ini dapat menjadi kekuatan di setiap pernikahan. “Semoga film ini dapat membersamai kita disegala ujian, terkadang ujian bisa dari pasangan kita, kesehatan, anak dan harta,” ungkapnya.
Namun yang pasti Fanny menyampaikan ujian itu akan terasa nikmat ketika ujia itu berhasil dilewati. “Dan semoga nikmat itu datang, tidak ada nikmat lain yang diambil,” pungkasnya.
Melanjutkan rangkaian premiere di berbagai kota yang sarat kehangatan dan air mata haru, rumah produksi Sumargo Films berkolaborasi dengan LYTO Pictures resmi membawa film layar lebar terbaru mereka, Baby Udon, ke Pulau Sumatra. Kota Palembang menjadi persinggahan perdana di pulau ini yang disambangi langsung oleh tim produksi pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Selain Screening, Film Baby Udon juga mengelar Meet & Greet yang juga dihadiri langsung oleh dua pemeran utama di Main Atrium OPI Mall Palembang. Kehadiran para pemain dan pemilik cerita di Palembang langsung disambut sorak antusias dan pelukan hangat dari ratusan warga serta komunitas pecinta film yang telah memadati area atrium sejak siang hari.
Tidak hanya berkesempatan menyaksikan film lebih awal sebelum jadwal tayang reguler, masyarakat Palembang juga tampak sangat antusias untuk berinteraksi langsung, berfoto bersama, dan mendengarkan perjuangan di balik layar film garapan sutradara Fajar Bustomi tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....