Diskominfo OKUT Gelar Lomba Tradisional, Hidupkan Tradisi Semangat Kemerdekaan
- 20 Agt 2026 09:05 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKU Timur- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten OKU Timur memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia melalui berbagai perlombaan tradisional. Lomba tersebut diantaranya makan kerupuk, balap kelereng, hingga estafet sarung mungkin terlihat sederhana.
Namun di balik riuh persaingan dan tawa para peserta, permainan-permainan itu menghadirkan kembali satu hal yang menjadi ruh perayaan kemerdekaan yaitu kebersamaan. Semangat itulah yang dihidupkan perlombaan ini digelar di Halaman Kantor Diskominfo OKU Timur, Selasa, 18 Agustus 2026.
Tidak sekadar mencari pemenang, perlombaan tersebut menjadi ruang untuk sejenak melepas rutinitas dan membangun kekompakan. “Sekaligus menghidupkan kembali permainan yang selama ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam merayakan kemerdekaan,” ungkap Kepala Dinas Kominfo Kabupaten OKU Timur, Sri Suhartati.
Sejumlah perlombaan individu disiapkan. Mulai dari makan kerupuk, mancing paku dalam botol, joget kursi, lomba kelereng, hingga lomba memasang sarung sambil menerbangkan balon.
Sementara kategori kelompok, peserta ditantang melalui lomba tebak gaya, estafet sarung, estafet tepung, serta joget balon. Beragam permainan tersebut menghadirkan tantangan yang tidak hanya membutuhkan kecepatan, tetapi juga ketangkasan, kreativitas dan kekompakan antarpeserta.
Suhartati mengatakan perayaan kemerdekaan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antar personel sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan kerja. Menurutnya kemerdekaan selalu punya cara untuk dirayakan.
"Tahun ini, kami memilih cara yang sederhana, tetapi penuh makna. Lewat permainan tradisional, kita kembali tertawa bersama, saling mendukung, dan merasakan bahwa kebersamaan adalah bagian penting dari semangat kemerdekaan,” ujar Sri.
Menurutnya, suasana kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi energi positif dalam menjalankan tugas sehari-hari. Terutama dalam memberikan pelayanan komunikasi dan informasi kepada masyarakat.
“Yang kita cari bukan hanya siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, bagaimana kita bisa membangun kekompakan dan kebersamaan. Karena pekerjaan juga membutuhkan tim yang solid, saling mendukung dan saling menguatkan,” katanya.
Berbagai perlombaan tradisional tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa memaknai kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan yang besar. Dari permainan sederhana, semangat persatuan dapat tumbuh; dari tawa bersama, rasa kebersamaan kembali terasa.
“Sebab kemerdekaan bukan hanya tentang bagaimana bangsa ini dahulu berjuang untuk meraihnya. Tetapi juga bagaimana kita hari ini mengisinya dengan kebersamaan, kekompakan dan semangat untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan daerah,” pungkas Sri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....