Belum Mengumumkan Film Baru, Masa Depan Studio Ghibli Penuh Tanda Tanya

  • 20 Agt 2026 13:52 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Masa depan Studio Ghibli ternyata masih penuh tanda tanya. Studio animasi legendaris Jepang tersebut hingga kini belum memiliki film panjang berikutnya
  • Studio Ghibli belum memiliki film panjang berikutnya setelah The Boy and the Heron.
  • Hayao Miyazaki yang kini berusia 85 tahun masih datang bekerja setiap hari. Belum diketahui secara pasti apa proyek yang sedang dikerjakan Miyazaki.
  • Ghibli belum menentukan penerus Miyazaki sebagai sutradara. Studio terbuka terhadap kemungkinan bekerja sama dengan sutradara dari luar.
  • Nippon Television disebut tidak ingin mengubah Ghibli menjadi studio yang hanya mengejar produksi franchise. CEO baru Kenichi Yoda mengatakan fokusnya adalah menjaga apa yang sudah dibangun Studio Ghibli.

RRI.CO.ID, Palembang - Masa depan Studio Ghibli ternyata masih penuh tanda tanya. Studio animasi legendaris Jepang tersebut hingga kini belum memiliki film panjang berikutnya yang sudah ditetapkan, sementara itu Hayao Miyazaki yang merupakan seorang sutradara, animator, dan salah satu pendiri utama (co-founder) Studio Ghibli kini berusia 85 tahun masih datang bekerja setiap hari.

Kondisi ini menjadi sorotan, mengulas dari Bloomberg kondisi terkini Studio Ghibli cukup membuat banyak penggemar penasaran. Tim Bloomberg mengunjungi kantor pusat Ghibli di luar Tokyo dan berbicara dengan putra Miyazaki, Goro Miyazaki, serta Presiden sekaligus CEO baru Studio Ghibli, Kenichi Yoda.

Salah satu fakta yang cukup menarik adalah Ghibli belum menentukan film panjang berikutnya setelah “The Boy and the Heron” yang dirilis pada 2023. Film tersebut bahkan berhasil memenangkan Oscar untuk kategori Best Animated Feature. Namun, Ghibli disebut tidak ingin terburu-buru membuat proyek baru hanya karena tuntutan jadwal atau pasar.

Kenichi Yoda menjelaskan bahwa para pendiri Ghibli sejak awal memang tidak terlalu berorientasi pada riset pasar, investor, maupun jadwal rilis. Jika belum menemukan ide yang dianggap tepat, studio memilih untuk tidak memaksakan sebuah film masuk ke tahap produksi.

Sementara itu, keberadaan Hayao Miyazaki di studio juga masih menjadi salah satu perhatian utama. Di usia 85 tahun, Miyazaki disebut masih datang bekerja setiap hari. Namun, apa yang sedang dikerjakannya saat ini tidak diketahui secara pasti oleh orang-orang di sekitarnya, termasuk Goro Miyazaki.

Persoalan lain yang menjadi tantangan adalah siapa yang nantinya akan meneruskan posisi Miyazaki sebagai sutradara utama Ghibli. Yoda mengatakan studio terbuka terhadap kemungkinan bekerja sama dengan sutradara dari luar. Namun, Goro Miyazaki menilai sangat sulit membayangkan sutradara lain mengambil alih selama ayahnya masih aktif.

Menariknya, Ghibli juga disebut memiliki pandangan yang lebih terbuka terhadap teknologi artificial intelligence (AI) dibanding anggapan publik selama ini. Goro Miyazaki mengatakan studio tidak secara otomatis menolak teknologi AI. Menurutnya, yang perlu dibedakan adalah teknologi tersebut dengan cara manusia menggunakannya.

Di sisi bisnis, perubahan kepemilikan Ghibli juga tidak membuat studio diarahkan menjadi mesin produksi waralaba. Nippon Television, yang mengakuisisi saham mayoritas Studio Ghibli pada 2023, disebut tidak ingin mengubah studio menjadi pabrik franchise. Yoda justru menempatkan tugasnya sebagai CEO untuk menjaga apa yang sudah dibangun Ghibli.

Dengan kondisi tersebut, Studio Ghibli saat ini justru memilih menjalani masa depan tanpa rencana besar yang diumumkan secara terbuka. Belum ada kepastian mengenai film berikutnya, siapa penerus Miyazaki, maupun seperti apa bentuk studio setelah era sang maestro berakhir. Namun, bagi Ghibli, ketidakpastian tersebut tampaknya bukan sesuatu yang harus segera diselesaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....