Suanggi: Ilmu Kutukan Angkat Folklor Indonesia Timur

  • 18 Agt 2026 11:40 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Folklor Indonesia Timur diangkat ke layar lebar melalui film horor Suanggi: Ilmu Kutukan.
  • Kisah Beni dan teror Aroba menjadi konflik utama yang membuka rahasia kelam Pulau Kladum.
  • Tayang 10 September 2026, film ini memadukan horor, drama, dan budaya Nusantara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Film horor Indonesia kembali menghadirkan cerita yang berakar dari kekayaan budaya masyarakat Nusantara. Kali ini, Suanggi: Ilmu Kutukan mengangkat warisan lisan masyarakat Indonesia Timur melalui pendekatan sinematik modern.

Dikutip dari rilis yang diterima RRI, Kamis, 13 Agustus 2026, film produksi Mutiara Films dan Subtube Studio ini memadukan genre horor dan drama. Cerita yang dihadirkan tidak hanya menegangkan, tetapi juga memperkenalkan folklor Indonesia Timur kepada penonton.

Kisah bermula dari Beni yang pulang ke Pulau Kladum bersama kekasihnya, Gia. Ia mengaku ingin menjenguk Mama Lin, ibu angkatnya yang sedang mengalami sakit keras.

Namun, kepulangan Beni ternyata menyimpan tujuan lain yang dirahasiakan dari keluarganya. Beni berniat mencuri harta tersembunyi keluarganya untuk melunasi utang yang mencapai ratusan juta rupiah.

Setelah 13 tahun meninggalkan kampung halaman, Beni justru menghadapi teror kekuatan gaib. Teror tersebut berkaitan dengan Aroba, seorang Suanggi yang menyimpan kekuatan misterius.

Aroba mengirim serangan lalat untuk meneror keluarga Mama Lin dan warga Pulau Kladum. Di tengah teror tersebut, berbagai rahasia kelam perlahan mulai terungkap.

Film ini disutradarai Dom Dharmo dengan skenario yang ditulis Baskoro Adi Wuryanto. Sejumlah aktor turut membintangi film ini, termasuk Carissa Perusset, Pangeran Lantang, dan Iwa K.

Selain menghadirkan kisah horor, film ini menjadi ruang untuk mengenalkan kekayaan folklor Indonesia Timur. Unsur budaya tersebut dikemas melalui konflik keluarga, misteri, dan ketegangan yang berkembang sepanjang cerita.

Suanggi: Ilmu Kutukan dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia mulai 10 September 2026. Film ini diharapkan menjadi salah satu tontonan horor lokal yang menawarkan warna budaya berbeda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....