Ody Yogi Ajak Warga Palembang Menyelami Memori Kota lewat Pameran “Tampak Depan”
- 05 Agt 2026 19:15 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pameran lukisan cat air “Tampak Depan” karya Ody Yogi digelar pada 2–16 Agustus 2026 di Foto Kopi Yayasan IBA, Palembang.
- Pameran mengangkat keindahan sekaligus sejarah bangunan tua di kawasan pasar dan pertokoan lama Palembang. Proses kreatif dilakukan dengan menyusuri lokasi langsung bersama pemandu wisata untuk menggali cerita di balik setiap bangunan.
- Ody terinspirasi oleh ilustrator Polandia Mateusz Urbanowicz dan telah mendalami teknik watercolor selama sekitar tiga tahun. Melalui pameran ini, Ody ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap sejarah dan identitas Kota Palembang.
RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah pesatnya perkembangan Kota Palembang, bangunan-bangunan tua yang masih berdiri sering kali luput dari perhatian. Melalui pameran lukisan cat air bertajuk “Tampak Depan”, seniman lokal Yogie Oscar Rozenda atau yang akrab disapa Ody Yogi mengajak masyarakat untuk melihat kembali sisi lain kota, bukan hanya sebagai deretan bangunan, tetapi sebagai ruang yang menyimpan sejarah, kenangan, dan identitas. Pameran tersebut berlangsung pada 2 hingga 16 Agustus 2026 di Foto Kopi Yayasan IBA Palembang.
Pameran “Tampak Depan” menghadirkan sejumlah karya cat air yang mengangkat fasad bangunan-bangunan tua di kawasan pasar dan pertokoan lama Palembang. Papan nama toko yang mulai memudar, jendela kayu yang termakan usia, hingga arsitektur klasik yang selama ini dianggap biasa, dihidupkan kembali melalui sapuan warna lembut khas teknik watercolor.
Menariknya, proses kreatif Ody tidak dimulai dari studio, melainkan langsung di lapangan. Ody menyusuri lorong-lorong kawasan bersejarah di Palembang bersama para pemandu wisata lokal untuk mendengar cerita mengenai bangunan-bangunan tersebut, mulai dari sejarah pendiriannya, tokoh yang pernah menempatinya, hingga perubahan yang terjadi seiring perkembangan kota.
Latar belakang Ody di bidang Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Advertising dan Desain Grafis turut memengaruhi cara ia membangun narasi visual. Ketertarikannya terhadap ilustrator asal Polandia, Mateusz Urbanowicz, yang dikenal lewat karya-karya ilustrasi bangunan klasik, menjadi inspirasi awal baginya mendalami teknik cat air sejak sekitar tiga tahun terakhir.
Menurut Ody, setiap bangunan memiliki cerita yang layak dikenang. Karena itu, ia sengaja meluangkan waktu untuk duduk dan mengamati bangunan setelah mendengar kisah di baliknya sebelum mulai membuat sketsa maupun memotretnya sebagai referensi karya.
“Pameran ini adalah bentuk ajakan untuk berhenti sejenak di tengah riuh pertambahan usia kota. Saya tidak berfokus melukis kemegahan fisik bangunan, melainkan berupaya merekam memori dan rasa yang tertinggal setelah mendengar kisah hidup di balik fasad tersebut,” ujar Ody Yogi, Rabu, 5 Agustus 2026.
Tema “Tampak Depan” dipilih karena fasad bangunan merupakan bagian pertama yang dilihat seseorang ketika berhadapan dengan sebuah tempat. Melalui sapuan cat air yang ringan dan tidak terlalu kaku, Ody ingin menangkap kesan emosional yang muncul dari setiap bangunan, bukan sekadar menampilkan detail arsitekturnya.
Ody juga berharap masyarakat mulai menyadari bahwa bangunan-bangunan lama bukan hanya saksi bisu perjalanan kota, tetapi juga bagian dari kehidupan warganya. Menurutnya, ketika seseorang mengetahui sejarah sebuah bangunan, tempat tersebut akan terasa lebih dekat dan memiliki makna yang lebih dalam.
“Sering kali kita melewati sebuah toko lama setiap hari tanpa benar-benar menyadari siapa yang membangunnya atau kenangan apa yang ditinggalkan di sana. Ketika kita mulai tahu sejarahnya, bangunan itu tak lagi terasa asing, melainkan menjelma sebagai ‘teman bisu’ yang setia menjaga identitas kota ini,” katanya.
Ody menegaskan bahwa proses menggambar langsung di lokasi menjadi pengalaman yang sangat berharga karena memberinya kesempatan untuk merasakan suasana dan perjalanan waktu dari setiap bangunan yang dilukis. “Proses sketsa langsung di lapangan memberi saya ruang untuk mendengarkan alur waktu. Lewat sapuan cat air yang spontan dan cair, saya ingin mengajak pengunjung melihat sudut-sudut Palembang dengan rasa empati dan kehangatan yang baru,” tutup Ody.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....