Duta Pelajar Kampanyekan Belajar Cerdas di Era Digital

  • 10 Jul 2026 08:40 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Muhammad Akhdan Al Arzaq (Putera Pelajar Indonesia Intelegensia 2026 SMA) dan Muhammad Rakha Al Raziq (Putera Pelajar Indonesia 2026 SMP) berbagi pengalaman meraih prestasi nasional di program Sore Ceria RRI Pro 2 Palembang, 8 Juli 2026.
  • Akhdan menekankan bahwa kesempatan tidak akan datang dengan menunggu, dan setiap proses membawa pengalaman berharga; Rakha belajar bahwa tantangan meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi.
  • Keduanya menjalankan program advokasi: Akhdan mengembangkan Gerakan Pemberdayaan Minat Baca (GPMB), sementara Rakha menjalankan Razik Aksi untuk membantu anak-anak kurang mampu, lansia, dan penyintas kanker.

RRI.CO.ID , Palembang - Semangat berprestasi di era digital terus digaungkan kalangan pelajar melalui berbagai karya dan aksi nyata. Hal itu menjadi pembahasan dalam program Sore Ceria RRI Pro 2 Palembang ,Rabu 8 Juli 2026 yang menghadirkan dua pelajar berprestasi nasional.

Narasumber yang hadir yaitu Putera Pelajar Indonesia 2026 Kategori SMP, Muhammad Rakha Al raziq, dan Putera Pelajar Indonesia Intelegensia 2026 Kategori SMA, Muhammad Akhdan Al Arzaq. Keduanya berbagi pengalaman meraih prestasi hingga menjadi duta pelajar di tingkat nasional.

Akhdan mengaku perjalanan menuju gelar tersebut dimulai dari keberanian mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman. "Kesempatan tidak akan datang kalau kita hanya menunggu. Beranilah mencoba karena setiap proses akan membawa pengalaman berharga," ujarnya.

Rakha juga merasakan banyak pembelajaran selama mengikuti seleksi hingga karantina nasional di Jakarta. Menurutnya, setiap tantangan menjadi bekal untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi.

Sebagai duta pelajar, keduanya juga menjalankan program advokasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Ahdan mengembangkan Gerakan Pemberdayaan Minat Baca (GPMB), sedangkan Rakha menjalankan program Razik Aksi untuk membantu anak-anak kurang mampu, lansia, dan penyintas kanker.

Di era digital, mereka menilai media sosial dapat menjadi sarana belajar, berkarya, sekaligus membangun jejaring. Namun, penggunaan teknologi tetap harus diimbangi dengan kemampuan mengatur waktu antara belajar, organisasi, dan hiburan.

Akhdan mengingatkan pelajar agar tidak takut menghadapi kegagalan dalam mengejar cita-cita. "Gagal bukan akhir dari perjalanan, tetapi bagian dari proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik," katanya.

Rakha berharap generasi muda memanfaatkan teknologi secara positif dan terus menggali potensi diri. "Jangan sibuk memenuhi ekspektasi orang lain. Temukan kemampuan terbaikmu, manfaatkan teknologi untuk berkembang, dan jadilah versi terbaik dari dirimu sendiri," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....