FLS3N Sumsel Siapkan Wakil Terbaik ke Tingkat Nasional

  • 13 Jul 2026 13:13 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Dinas Pendidikan Sumatera Selatan menyeleksi 108 pelajar terbaik untuk FLS3N tingkat nasional, terdiri dari 40 pelajar SD/MI dan 68 pelajar SMP/MTs dari seluruh kabupaten dan kota.
  • Seleksi FLS3N berjenjang dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, hingga provinsi, dengan empat peserta terbaik dari setiap cabang tampil langsung di hadapan dewan juri pada seleksi final.
  • Seni dan sastra menjadi sarana penting mengembangkan toleransi, literasi, kemampuan berpikir kritis, dan membentuk karakter serta kreativitas peserta didik.

RRI.CO.ID, Palembang - Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan menyeleksi 108 pelajar terbaik pada Final Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Seleksi tingkat provinsi berlangsung di Hotel Emilia Palembang pada 7-8 Juli 2026.

Peserta terdiri atas 40 pelajar SD/MI dan 68 pelajar SMP/MTs dari seluruh kabupaten dan kota. Mereka berkompetisi untuk menjadi wakil Sumatera Selatan pada FLS3N tingkat nasional.

Kepala Bidang PKLK Dinas Pendidikan Sumsel, Utui Tatang Suntani, mengatakan FLS3N menjadi wadah pengembangan talenta seni dan sastra. Ajang tersebut diselenggarakan Kementerian Pendidikan melalui Pusat Prestasi Nasional.

"Seleksi FLS3N dilaksanakan secara berjenjang, dimulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, hingga provinsi. Sebelum memasuki babak final, para peserta telah mengikuti penilaian secara daring dan empat peserta terbaik dari setiap cabang berhak tampil langsung di hadapan dewan juri pada seleksi final tingkat provinsi," ujarnya, Selasa, 7 Juni 2026.

Utui menjelaskan cabang lomba jenjang SD meliputi gambar bercerita, menyanyi solo, kriya, mendongeng, menulis cerita, pantomim, dan tari. Jenjang SMP mempertandingkan ilustrasi, ansambel musik, kreativitas musik tradisional, serta sejumlah cabang seni dan sastra lainnya.

"Harapannya, hasil seleksi tahun ini mampu melahirkan talenta-talenta terbaik yang akan menjadi duta Sumatera Selatan pada FLS3N tingkat nasional sekaligus mengharumkan nama daerah melalui prestasi di bidang seni dan sastra," harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Mondyaboni, menilai pendidikan harus membentuk karakter, kreativitas, dan kepekaan peserta didik. Menurutnya, seni dan sastra menjadi sarana mengembangkan toleransi, literasi, serta kemampuan berpikir kritis.

"Kalah dan menang adalah hal yang biasa. Yang terpenting, manfaatkan ajang ini untuk belajar, bersilaturahmi, dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....