Dekranasda Lubuklinggau Raih Penghargaan Tata Ruang Terbaik III Rumah Ajungan
- 27 Jun 2026 06:18 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Lubuklinggau- Dekranasda Lubuklinggau meraih penghargaan Tata Ruang Terbaik III Rumah Anjungan pada ajang Festival Seni Adat dan Tradisi yang diikuti oleh kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan tersebut. Penghargaan Rumah Anjungan yang merupakan bentuk apresiasi atas kreativitas dan penataan anjungan daerah dengan menampilkan kekayaan budaya serta kearifan lokal Kota Lubuklinggau.
Penghargaan yang diberikan pada ajang penutupan Festival Seni Adat dan Tradisi, Kamis 25 Juni 2026 diterima langsung Ketua Dekranasda Kota Lubuklinggau Risca Priba Ayu. Menuru Ayu penghargaan itu menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Lubuklinggau bersama Dekranasda dalam melestarikan dan mempromosikan seni, budaya, serta produk unggulan daerah kepada masyarakat luas.
Ayu menjelaskan Festival Seni Adat dan Tradisi Tahun 2026 menjadi wadah bagi daerah-daerah di Sumatera Selatan untuk menampilkan beragam seni budaya, adat istiadat, kerajinan, serta produk unggulan daerah. “Hal ini dilakukan tingkat propinsi sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya dan mempererat silaturahmi antar daerah,” tuturnya.
Festival yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerja sama dengan Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan tersebut berlangsung selama dua hari, 24-25 Juni 2026. Beragam penampilan seni dan budaya turut memeriahkan festival, mulai dari tari tradisional, lagu daerah, sastra tutur, seni musik tradisional, seni bela diri tradisional hingga sendratari yang mencerminkan kekayaan budaya Sumatera Selatan.
Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan, Febrita Lustia Herman Deru mengatakan festival ini menjadi ruang apresiasi yang mempertemukan berbagai budaya daerah melalui pertunjukan seni tradisional, musik, lagu daerah, teater rakyat serta berbagai kesenian lainnya.Menurutnya, budaya dan kerajinan merupakan dua hal yang saling berkaitan erat.
“Banyak produk kriya dan kerajinan unggulan daerah lahir dari inspirasi budaya lokal, baik berupa motif, ornamen, simbol maupun filosofi yang terkandung di dalamnya. Pelestarian budaya bukan hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mengembangkan ekonomi kreatif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan produk kerajinan berbasis budaya lokal,” ujarnya saat sambutan Pembukaan Festival Adat dan Tradisi, Rabu 24 Juni 2026.
Ia juga mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan anjungan daerah masing-masing di kawasan Anjungan Sumatera Selatan yang telah berdiri sejak tahun 2004. “Setiap anjungan merupakan representasi wajah dan kebanggaan daerah, yang menggambarkan kekhasan budaya, sejarah, arsitektur, kerajinan serta karakter masyarakatnya. Karena itu, anjungan harus dijaga, dirawat dan dimanfaatkan dengan baik sebagai etalase budaya yang hidup dan aktif,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....