Rizkyana Angkat Sosok “Ibu Jamu” di Humanoid Festival 2026
- 25 Mei 2026 06:50 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Jakarta – 30 seniman manusia pantung dari tujuh kota dan Jabodetabek memeriahkan kegiatan Festival Humanoid 2026 di Kota Tua Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026. Para peserta memberikan tampilan dan tema kostum dengan dua tema yakni, Klasik dan Futuristic yang berhubungan dengan kebudayaan, tradisi dan keunikan yang ada di Indonesia Salah satunya peserta asal Bogor, Rizkyana atau akrab disapa Kiki, berhasil mencuri perhatian penonton dalam Festival Humanoid ke-3 ini.
Dalam ajang tersebut, Kiki berhasil meraih Juara Harapan 2 melalui konsep bertema “Ibu Jamu” yang sarat pesan budaya dan simbol keibuan Indonesia. Dalam penampilannya, Kiki menghadirkan sosok personifikasi Ibu Pertiwi melalui karakter ibu jamu yang memeluk Kota Jakarta. Karakter tersebut digambarkan membawa jamu, padi, dan berbagai simbol pangan Indonesia sebagai lambang kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.
“Konsepnya adalah personifikasi Ibu Pertiwi, sosok ibu jamu yang menggendong bahan pangan Indonesia sambil memeluk Kota Jakarta. Simbolnya adalah sosok yang selalu menjaga dan merawat ibu kota,” ujarnya dalam ceritanya, Minggu, 24 Mei 2026.
Kiki mengaku ide tersebut lahir dari kebiasaannya yang dekat dengan jamu dan budaya tradisional Indonesia. Dalam kesehariannya, ia gemar membahas resep-resep jamu dan rutin mengonsumsi minuman herbal tersebut. Ketika mengetahui tema heritage atau klasik dalam festival humanoid tahun ini, ia merasa konsep “Ibu Jamu” sangat sesuai dengan karakter yang ingin ia tampilkan.
“Aku merasa konsep ini cocok dan akhirnya aku kemas menjadi satu cerita dalam penampilan,” katanya.
Menariknya, sebagian besar bahan kostum yang digunakan berasal dari barang-barang yang ada di rumah. Ia memanfaatkan bakul milik ibunya, kain-kain lama, dan berbagai perlengkapan sederhana yang kemudian diolah menjadi kostum artistik.
Menurut Kiki, proses kreatif tersebut terasa begitu mengalir karena banyak bahan yang ternyata sesuai dengan konsep yang ia pilih.
Meski berhasil meraih penghargaan, Kiki mengaku sejak awal tidak memiliki target juara. Ia mengikuti festival tersebut murni karena ingin tampil dan merasakan pengalaman menjadi bagian dari komunitas seniman humanoid Indonesia.
“Tahun lalu aku hanya jadi penonton dan melihat teman-teman seniman patung dari seluruh Indonesia tampil. Dari situ aku tertarik dan ingin ikut tahun ini,” ungkapnya. Ia kemudian mengikuti proses kurasi peserta hingga akhirnya terpilih untuk tampil dalam festival tersebut.
Selain bekerja sebagai karyawan perusahaan, Kiki juga aktif sebagai pantomimer dan mengajar anak-anak untuk mengikuti lomba pantomim.
Di akhir wawancara, Kiki berharap kegiatan seperti Festival Humanoid dapat terus diselenggarakan setiap tahun karena dinilai mendapat antusias besar dari masyarakat lintas usia. “Antusias keluarga luar biasa. Dari anak kecil sampai orang tua semuanya senang menonton pertunjukan kami,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....