Festival Humanoid 2026 Angkat Tema Klasik dan Futuristik

  • 23 Mei 2026 15:45 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Jakarta – Festival Humanoid Kota Tua 2026 kembali digelar untuk kali ketiga di kawasan Taman Fatahillah Kota Tua Jakarta pada Sabtu malam, 23 Mei 2026. Festival yang memadukan seni gerak tubuh dan seni rupa ini menghadirkan konsep berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya dengan menghadirkan dua zona penampilan, yakni zona klasik dan zona futuristik.

Pelaksana kegiatan swakelola, Septian Dwi Cahyo mengatakan, pada penyelenggaraan ketiga ini panitia memberikan tantangan baru bagi para peserta agar lebih kreatif dalam menampilkan karya mereka.

“Untuk yang ketiga ini kita kasih tantangan lagi yang lebih kreatif. Jadi ada dua zona, zona klasik dan zona futuristik. Peserta diminta tampil dengan gaya klasiknya dan kreativitas futuristiknya,” ujarnya ketika memberikan keterangan kepada RRI, Jumat, 22 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pada masing-masing zona akan dipilih juara satu, dua, tiga, serta harapan satu dan dua.

Menurutnya, konsep dua zona tersebut dipilih sebagai bentuk representasi wajah Jakarta yang sedang menuju kota global tanpa meninggalkan akar sejarah dan budaya. “Karena Jakarta akan menuju kota global dan wajib juga merawat sejarah budayanya. Jadi tetap futuristik tapi mempertahankan klasiknya,” katanya.

Festival ini mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta yang menyiapkan hadiah bagi para pemenang. Septian menyebut apresiasi pemerintah menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut terus berlanjut dan menjadi agenda rutin tahunan.

“Cukup diapresiasi dengan baik, terbukti dengan adanya keberlanjutan sehingga rutin acaranya,” ungkapnya.

Antusias peserta juga dinilai terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada pelaksanaan kali ini, peserta berasal dari sedikitnya tujuh kota di Indonesia, di antaranya Palembang, Solo, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, serta komunitas dari Jakarta dan sekitarnya.

Sementara itu, Palembang Mime Club sebagai wadah pelatihan dan perkumpulan seniman Pantomim, untuk ketigakalinya di undang dalam event besar ini membawa dua seniman humanoid Wak Dolah dan M Dandi Afriza atau lebih dikenal dengan nama Bebeg. Keduanya telah menyiapkan konsep dan tampilan untuk mengangkat sejarah dan budaya yang dikemas dengan seni humanoid.

Menurut Septian, festival ini juga menjadi ruang bagi peserta baru untuk mencoba mengekspresikan kreativitas melalui tubuh dan seni visual. “Humanoid ini gabungan antara seni gerak tubuh dan seni rupa. Kalau di luar negeri dikenal human statue atau living statue, tapi humanoid ini konsep khas Indonesia, khususnya Jakarta,” jelasnya.

Kegiatan festival berlangsung selama dua hari, dimulai pada Jumat, 22 Mei 2026, dengan workshop bagi para peserta. Workshop tersebut menghadirkan Jo Jagat sebagai pemateri untuk memberikan pembekalan teknik dan kreativitas kepada peserta sebelum tampil pada malam puncak festival.

Sementara itu, malam pertunjukan pada Sabtu, 23 Mei 2026, dipusatkan di kawasan Kota Tua Jakarta dengan menampilkan berbagai karakter humanoid dari tema klasik hingga futuristik. Septian berharap seluruh peserta dapat menampilkan karya terbaik mereka sekaligus memperkuat kreativitas seni pertunjukan di Indonesia. “Harapannya semuanya bisa menampilkan karya-karya terbaiknya,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....