Kesetaraan Gender, Perempuan Harus Berani Tampil sebagai Pemimpin

  • 19 Mei 2026 20:05 WIB
  •  Palembang

RRI .CO.ID,Palembang - Program Radio Republik Indonesia Pro 2 Palembang melalui siaran Sore Ceria pada Senin 18 Mei 2026 mengangkat tema “Kesetaraan Gender: Eksistensi Perempuan dalam Dunia Kepemimpinan”. Diskusi menghadirkan Uci Oktawati sebagai narasumber yang membagikan pengalaman memimpin organisasi mahasiswa.

Dalam perbincangan tersebut, Uci menjelaskan dirinya menjabat sebagai Gubernur Mahasiswa BEM FKIP PGRI Palembang melalui musyawarah besar mahasiswa tahunan. Ia mengatakan tugas utama seorang pemimpin mahasiswa adalah menjadi penyambung aspirasi mahasiswa kepada pihak fakultas.

Menurut Uci, kepemimpinan perempuan tidak harus selalu tampil mencolok untuk diakui. Ia menilai perempuan dapat memimpin dengan pendekatan humanis, terstruktur, dan mampu membangun kerja sama tim secara efektif.

“Pemimpin perempuan bukan berarti harus show off, tetapi bagaimana kita bisa mempengaruhi anggota untuk bekerja sama dengan baik,” ujar Uci Oktawati.

Uci juga mengungkapkan dirinya sempat dipandang sebelah mata ketika mencalonkan diri sebagai pemimpin organisasi kampus. Namun, ia memilih membuktikan kemampuannya melalui kerja nyata dan konsistensi dalam menjalankan program organisasi.

Dalam diskusi itu, Uci menyoroti bahwa perempuan sering kali harus bekerja lebih keras untuk memperoleh pengakuan yang sama dengan laki-laki. Meski demikian, ia menegaskan hal tersebut tidak boleh menjadi penghalang bagi perempuan untuk berkembang dan mengambil peran strategis.

“Perempuan harus berani bersuara, jangan takut mencoba, dan tetap menjaga value diri,” katanya.

Selain membahas kepemimpinan, Uci turut membagikan pengalamannya dalam membagi waktu antara akademik, organisasi, dan kehidupan pribadi. Ia menerapkan sistem distribusi tugas kepada tim agar roda organisasi tetap berjalan meski dirinya tidak berada di tempat.

Di akhir siaran, Uci mengajak generasi muda khususnya perempuan untuk terus meningkatkan pendidikan, membangun karakter, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang digital maupun kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....