Film Ikatan Darah Debutkan Aksi Perdana Rumah Produksi Iko Uwais

  • 29 Apr 2026 21:04 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan film laga baru melalui Ikatan Darah produksi Uwais Pictures. Film ini menawarkan cerita thriller penuh aksi dengan nuansa gelap dan intens.

Film tersebut disutradarai Sidharta Tata dan memulai debut internasional di Fantastic Fest. Penayangan perdana berlangsung pada Kamis, 18 September 2025 sebelum masuk bioskop Indonesia.

Ikatan Darah dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada Kamis, 30 April 2026. Kehadirannya menjadi langkah awal rumah produksi baru milik Iko Uwais.

Dilansir dari movieweb.com, cerita film mengikuti perjalanan Mega, mantan atlet pencak silat yang menghadapi ancaman berbahaya. Karakter itu diperankan Livi Ciananta dalam perjuangan menyelamatkan adiknya.

Mega harus menghadapi jaringan lintah darat demi membebaskan Bilal dari utang judi daring. Bilal diperankan Derby Romero yang terjebak dalam situasi berbahaya.

Keduanya terjebak di sebuah desa yang dikuasai kelompok preman bersenjata. Ancaman datang dari Primbon, bos gangster yang diperankan Teuku Rifnu Wikana.

Naskah film ditulis Sidharta Tata bersama Rifki Ardisha. Produksi film ditangani Iko Uwais dan Ryan Santoso.

Deretan pemeran lain menghadirkan Ismi Melinda, Abdurrahman Arif, dan Rama Ramadhan. Film ini juga dibintangi Agra Piliang, Lydia Kandou, serta Dimas Anggara.

Sebagai film perdana Uwais Pictures, karya ini disebut membawa nuansa laga seperti The Raid. Koreografi pertarungan ditampilkan melalui pengambilan gambar lebar dengan tempo cepat.

Kritikus menilai film tersebut menghadirkan aksi brutal yang memadukan balas dendam dan ketegangan. Banyak ulasan menyebut pertarungan dalam film terasa intens dan sulit dilupakan.

Film berdurasi 119 menit ini menggabungkan genre laga, kriminal, dan thriller. Pencak silat menjadi elemen utama yang mendominasi setiap adegan pertarungan.

Distribusi internasional film dipegang perusahaan WTFilms untuk sejumlah negara Asia. Wilayah edar mencakup Brunei, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.

Meski tidak tampil sebagai aktor, Iko Uwais tetap memberi identitas kuat dalam film ini. Adegan penutup juga memberi petunjuk kemungkinan hadirnya kelanjutan cerita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....